Tiffany POV

“kyaa! Tolong!!..”

Ya Tuhan!! dia pingsan.. dengan refleks ku lepas payungku dan segeraku sanggah dia, gadis ini sudah pasti kedinginan daritadi.. badannya sangat lemah, mukanya sangat pucat.. tolong siapapun! aduhh, sabarlah, aku akan segera cari bantuan untukmu!

“TOLONGGG!!” Teriakku dengan sangat panik, tetapi tidak ada tanda-tanda orang yang datang

kenapa tidak ada yang membantu?! apa karena kami berada di jalan yang sepi dan hujan sangat deras sehingga tidak ada yang di mendengar.. oh Tuhan.. bantu kamiiii…

“TOLONGG!! SIAPAPUN TOLONG!!” tetap tidak ada yang mendengar.

Seuluruh badanku sudah basah. kulepas jaket kulitku untuk menghangatkan gadis ini.. dan ku peluk dia untuk melindungi dia hantaman air hujan yang sengat deras

“Kumohonn.. Tolongg!” aku mulai menangis, aku tidak tau kenapa tidak ada yang mau menolong kami..

tiba-tiba bunyi klakson mobil dari kejauhan menghampiri kami berdua dan terhenti di depan kami. turunlah seorang laki-laki tinggi dan putih menghampiri kami,dengan membawa payung.

“NOONA! KENAPA NOONA DI SINI? NOONA TIDAK APA-APA?!” Teriak orang itu panik, dan ternyata dia adalah sepupuku sendiri, Taemin.

“to..tolong..kami..Taemin..” kataku lirih karena keadaanku yang sudah mulai melemah, tetapi aku masih kuat berdiri

dengan segera ia mengangkat gadis tadi dan memberikanku payung yang ia gunakan tadi..

“Noona, ayo cepat masuk ke mobil!”

“Ne..” kataku lalu masuk ke dalam mobil dan memangku gadis tadi

Taemin yang tadi membawa gadis itu ke dalam segera mengambil semua barang-barang yang gadis itu bawa ke dalam mobilnya, dan masuk ke dalam mobil.

@mobil Taemin

“Ini, Selimuti Dirimu juga!” katanya panik dan memberiku sebuah jaket

“Noona, kamu tidak apa-apa kan?! bagaimana gadis itu? siapa dia dan kenapa dia bisa bersamamu dalam keadaan seperti ini?” tanya Taemin yang benar-benar sangat panik, aku tidak pernah melihat dia sepanik ini..

“A..Aku.. bertemu dia di jalan.. ketika aku menghampirinya untuk berbagi payung, dia langsung pingsan.. untung kamu da..tang tepat waktu, Taemin” jawabku

“Te..terima kasih Taemin.. kau sudah me..nolong kami” lanjutku

“sudah Noona, tidak perlu berterima kasih. untung saja tadi aku tepat ingin datang ke rumahmu. sekarang hangatkan dirimu dan gadis itu.. aku antar kalian pulang.. kamu pasti kedinginan juga sekarang” katanya

Taemin sungguh baik.. aku tidak pernah melihat dia sepanik ini. ku pegang tangan gadis ini. OH GOSH! Dingin sekali!! Ya Tuhan.. bagaimana ini.. aku pun langsung membuka jaket yg taemin berikan, dan ku selimuti gadis itu lagi. gadis ini sungguh cantik, warna kulitnya yang seputih susu dan mukanya yang manis, sayang dia sekarang sangat pucat dan lemah. aku harus merawatnya di rumah.

“Gadis itu membawa sebuah gitar.. sepertinya dia penyanyi, noona..” kata Taemin tiba-tiba

“Gitar.. Oh iya! Gitarnya pasti basah tadi.. mungkin kamu benar, sepertinya dia seorang penyanyi yang sangat cantik”

“iya.. sampai rumah aku akan segera membantumu membawakan barangnya, ”

“Ne, Jeongmal Gomawoyo, Taemin..”

“Tidak masalah, selama Noona dan gadis itu baik-baik saja :)” katanya dan tersenyum ke arah kaca spion melihat ke arah kami.

aku tetap memperhatikan wajah gadis ini.. ada apa dengan gadis penyanyi ini.. mengapa dia membawa tas dan sebuah gitar dan berjalan layaknya orang yang tidak tau harus berjalan ke mana, dan dia kehujanan seperti ini.. apa mungkin dia kabur dari rumahnya, tpi mengapa?

@Garasi Rumah

“Kita sudah sampai, Noona tunggu di sini sebentar, aku minta Amber Noona untuk membantumu mengangkat gadis ini.” Kata Taemin yang segera turun memanggil Amber, sepupuku juga

Normal POV

Taemin segera berlari dan memencet bel rumah berkali-kali, dia keliatan sangat panik. Dia terus saja mondar mandir di depan rumah sampai akhirnya ada yang membukakan pintu dan itu adalah seorang gadis cantik berambut panjang gelombang membukakan pintu.

“Noona! Tolong panggilkan Amber Noona! segera!” kata Taemin panik kepada gadis tadi

“Ada apa Taemin? kenapa panik begitu?” heran gadis ini

“Cepat Noona! Ini gawat banget! Fany Noona dan temannya tadi kehujanan di jalan. Dan temannya pingsan!” katanya lagi

“APA?! baiklah!” katanya dan segera berlari ke dalam rumah

——–

“AMBER, AYO CEPAT KELUAR INI PANIK BANGET!” teriak gadis tadi panik dan mengetuk pintu kamar Amber berkali-kali,
dengan cepat Amber membuka pintu kamarnya

“Ada apa Yuri eonnie? sepertinya panik banget?” heran Amber dengan tingkah laku sepupunya yang sedang panik itu

“Cepat bantu kami di luar, Bantu Tiffany dan temannya di mobil, mereka tadi kehujanan, dan temannya pingsan!” kata Yuri dan langsung menarik tangan Amber

“APA? ba..baiklah!” kata Amber, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Yuri

@Garasi Rumah

“Ayo cepat!” kata Taemin yang telah membuka pintu mobil belakang tempat Tiffany dan Taeyeon berada

“Astaga Tiffany!” Teriak Yuri panik

“Ayo eonnie, bawa Tiffany eonnie ke dalam, aku akan menggendong gadis ini!” kata Amber menyuruh Yuri memapah Tiffany, sedangkan Amber menggendong Taeyeon, dia cukup kuat untuk menggendonnya.

——–

“Ayo bawa dia dan barang-barang itu ke kamar Fany!” suruh Yuri

“Ne!” jawab Taemin dan Amber serempak

@Kamar Tiffany

Yuri segera mendudukkan Tiffany di atas kasurnya, dan Taeyeon segera dibaringkan di samping Tiffany.

“Fanny-aa, Gwenchanayo?” tanya Yuri panik

“Ne.. uhuk.. aku ti..dak apa-apa..” jawab Tiffany dengan suara yang lemah

Yuri segera mengeringkan Tiffany dengan handuk, begitu juga Amber melakukan hal yang sama kepada Taeyeon.

“Yuri..Amber.. sebaiknya kalian selamatkan gadis yang berada di sampingku ini.. dia pasti sangat kedinginan, dia pasti sakit..” Kata Tiffany menyuruh Yuri dan Amber menyelamatkan Taeyeon

“Iya! badannya panas banget! dia demam parah!” Panik Amber

“Cepat ambil plester demam obat penurun panas!” Kata Yuri menyuruh Taemin

“Baik!” Taemin segera berlari menuju kotak obat

“Amber, bantu eonnie mengganti baju gadis ini, setelah itu baru kamu membuatkan bubur hangat untuknya..” kata Yuri kepada Amber

“Ne, eonnie..”

Amber dan Yuri pun segera membuka semua baju Taeyeon yang sudah basah. Tiffany seketika bangun untuk membantu Yuri dan Amber.

“Amber, segera buatkan bubur hangat untuk dia, aku yang membantu Yuri” suruh Tiffany

“tapi Tiffany..kamu kan..” kata Yuri dan segera dipotong oleh Tiffany

“Aku tidak apa-apa Yul.. biar kubantu.. Amber ayo buatkan sekarang..” kata Tiffany lalu Amber mengangguk dan segera ke dapur

Tiffany dan Yuri pun menggantikan baju Taeyeon dengan pakaian Tiffany, dan setelah itu memakaikan dia sweater dan menyelimutinya.

“Ini plester demam dan obat penurun panasnya, Noona” kata Taemin masuk ke dalam kamar ketika pintu nya dibuka. Dia membawa dua buah plester demam dan obat penurun panas serta air putih

“Ne, Terima kasih.” kata Yuri dan segera menempelkan sebuah plester demam ke kening Taeyeon.

“Apa Tiffany noona baik-baik saja?” tanya Taemin khawatir pada Tiffany

“Ne, aku tidak apa-apa, jangan khawatir padaku, Taemin.. ^^” kata Tiffany dengan eyesmile nya

“huftt, syukurlah kalau begitu..” Kata Taemin lega begitu juga Yuri tersenyum kepada Tiffany

“Taemin, temani Amber di dapur, bantu dia memasakkan bubur untuk gadis ini” kata Tiffany menyuruh Taemin, dan Taemin mengangguk

“Tiffany, apa benar kamu tidak apa-apa?” tanya Yuri yang masih khawatir

“aku sungguh tidak apa-apa Yuri-ssi, tenang saja..” kata Tiffany meyakinkan

“sebaiknya kamu ganti bajumu dulu, nanti masuk angin.” Kata Yuri menyuruh Tiffany, dan Tiffany mengiyakan perkataan sepupunya itu. Tiffany segera berganti baju, setelah berganti baju dia langsung menghampiri Yuri yang sedang duduk di samping gadis bernama Taeyeon.

“kenapa kalian bisa begini.. dan gadis ini siapa?” tanya Yuri yang masih panik kepada Tiffany sambil menunjuk ke arah Taeyeon

“aku juga tidak tau dia siapa, aku menemuinya di jalan. tadi dia berjalan dengan sempoyongan dan kehujanan sambil membawa barang bawaan sebanyak itu” kata Tiffany yang duduk di samping Yuri, lalu menunjuk ke barang-barang bawaan Taeyeon, termasuk gitarnya

“omo, ada gitar!” kaget Yuri

“ne.. dan tadi ketika aku menghampirinya, dia langsung lemah tak berdaya dan setelah itu…dia pingsan. Langsung ku sanggah dia..” kata Tiffany menjelaskan

“jadi, tadi tiba-tiba ketemu dia dalam keadaan seperti ini.. Ya Ampun.. kasian sekali dia.. dan kenapa dia membawa barang bawaan sebanyak itu sendirian??” kata Yuri sedih memandang Taeyeon

“aku juga tidak tau Yul.. mungkin dia kehilangan arah jalan, tapi dengan membawa barang bawaan sebanyak itu pasti dia mau pindah atau mungkin ia kabur dari rumahnya.. aku saja tidak tau namanya tapi aku merasa iba padanya.. aku rasa aku ingin merawatnya.. sekarang dia belum sadarkan diri juga..” Kata Tiffany yang tiba-tiba menangis melihat Taeyeon.Yuri yang kaget meliat Tiffany menangis segera menyandarkan kepalanya ke bahu Yuri

“Sudahlah Tiffany..sabar.. dia pasti bakal baik-baik saja..tenanglah..” kata Yuri menenangkan Tiffany

Taeyeon yang tertidur lemah, mukanya sangat pucat, badannya panas. Tiba-tiba matanya terbuka kecil. sepertinya Taeyeon sudah mulai sadar.

“engg, aduhh..” kata Taeyeon lirih

“Tiffany! dia sudah siuman!” teriak Yuri

Taeyeon POV

aduh.. kepalaku sakit sekali.. aku di mana ini.. kenapa aku bisa berada di dalam kamar dan memakai sweater begini

“engg, aduhh..”

“Tiffany! dia sudah siuman!” teriak seseorang yang ada di sampingku.. ternyata ada dua orang gadis yang menemaniku saa itu, tapi satunya seperti baru menangis

“kamu sudah sadar?” tanya gadis yang menangis tadi

“engg..i..iyaa.. aduh kepalaku..” kepalaku terasa sakit sekali dan aku mencoba untuk berubah posisi menjadi duduk, tapi gadis tadi menghalangiku

“jangan teburu-buru, istirahatlah dulu, kamu masih belum fit.. kepalamu pusing kan? sebaiknya minum ini dulu” kata gadis itu dan memberiku obat juga mememberikanku air putih, kemudian gadis yang satunya memberinya tisu dan gadis itu mengelap air matanya sambil membelakangiku…

“tidurlah… kamu mesti banyak beristirahat” kata salah satu gadis yang lain

“ma..kasi ya.. sudah ma..mau menolongku” kataku lirih pada mereka

“gwenchana, istirahatlah ^^” kata gadis tadi kembali berbalik arah kearahku dan mengelurkan eyesmilenya..

OMO! apa yang barusan ku lihat? apa dia seorang bidadari?? eyesmile nya indah sekali.. seketika mataku membulat, seperti diberi apa pusingku langsung hilang seketika.. apa ini obat buatku..

“hey, kamu kenapa? kenapa matamu membulat begitu?” tanya gadis yang ada disampingnya

“kamu nggak apa-apa? kok menatapku seperti itu?” tanyanya

“ahh.. eng..gak apa-apa k..kok.. hehe” kataku menunduk dan bisa kurasakan mukaku memanas

“lohh? kok mukamu memerah sih? apa sakitmu makin parah ya?” katanya dengan khawatir

“ahh.. aku.. ng..gak apa-apa..” kataku gugup

“yasudah, apa masih pusing?” tanya gadis yang disampingnya

“nggk, kayaknya aku ngk pusing lagi deh🙂 makasi ya..”

“wah, cepatnya bisa hilang, dan untuk apa kamu berterima kasih?” herannya

“ohh.. karena senyummu tadi makanya aku cepat sembuh.. upss” spontan ku tutup mulutku

apa yang barusan kukatakan! ya Kim Taeyeonn… kenapa kau bisa keceplosan begini.. tiba-tiba ku lihat mukanya memerah, dan gadis yang di samping nya tampak keliahatan shock

Tiffany POV

apa? apa yang dikatakan gadis ini barusan.. senyumanku menyembuhkannya? apa bernarkah itu?? aku tidak pernah sebahagia ini dikatai seperti itu.. hmm, sepertinya dia hanya bercanda.. tapi kenapa dia bisa berkata apa adanya seperti itu ke aku.. kyaaa dia membuatku maluu ><

“wahh, apa benarkah itu chingu?” tanya Yuri pada gadis itu

belum sempat gadis itu menjawab…

“Wahhh! kamu hebat Tiffany! lain kali kalau dia sakit, kamu sembuhin aja ya pake senyummu yang cantik itu! hebat!!” kata Yuri girang

“A..ano.. tadi itu, sa..saya keceplosan..” kata gadis itu terbata-bata

“ah.. eng..gak papa..kok” kataku gugup

muka kami sama-sama memerah, dan Yuri memandan heran kami

“hey kalian berdua ini sepertinyaa… jodoh deh” kata Yuri ngelantur

“Ya! Yuri! kau ngomong apa sih!!” bentakku padanya

“mwo?” heran gadis itu, bisa kuliat mukanya yang shock dengan mata membulat membuat mukanya sangat terlihat lucu

“aishh, aku cuman bercanda kok Tiffany.. kekeke” kata Yuri nyengir

“huftt, dasar aneh -_-”

Taeyeon POV

tuh kan! aku jdi salah tingkah begini.. tapi ku lihat dia mukanya memerah.. apa dia marah ya aku berkata seperti itu.. atau dia malu?

“wahh, apa benarkah itu chingu?” tanya gadis yang disampingnya padaku

“ha? eng.. itu..”

belum sempat ku jawab dia sudah bertingkah gak jelas

“Wahhh! kamu hebat Tiffany! lain kali kalau dia sakit, kamu sembuhin aja ya pake senyummu yang cantik itu! hebat!!”

ohh jadi namanya Tiffany.. wah, nama yang indah sekali…

“A..ano.. tadi itu, sa..saya keceplosan..” kataku terbata-bata

“ah.. eng..gak papa..kok” kata Tiffany gugup

muka kami sama-sama memerah, dan gadis yang di samping Tiffany tadi memandang heran kami

“hey kalian berdua ini sepertinyaa… jodoh deh” kata gadis tadi ngelantur

“Ya! Yuri! kau ngomong apa sih!!” bentak Tiffany padanya

“mwo?”

Yuri, gadis yang di samping Tiffany bernama Yuri.. dan apa yang Yuri katakan barusan.. jodoh? apa benar kami jodoh??

“aishh, aku cuman bercanda kok Tiffany.. kekeke” kata Yuri nyengir

“huftt, dasar aneh -_-” kata Tiffany

“ah, aku lupa.. namaku Kwon Yuri ^^ panggil saja aku Yuri, salam kenal”

“aku juga, namaku Hwang Tiffany ^^ panggil saja Tiffany atau Fany, salam kenal, namamu siapa?” kata Tiffany seraya menyodorkan tangannya padaku begitu juga Yuri

“namaku Kim Taeyeon, panggil saja aku Taeyeon.. salam kenal juga Yuri, Tiffany ^^” kataku membalas jabat tangan Tiffany dan Yuri

“sepertinya kau sudah agak mendingan ya” kata Tiffany memegang dahiku

“i..iya.. sepertinya pu..singku su..sudah menghilang..” kataku gugup

“tapi kamu mesti makan yang banyak dan beristirahat yang cukup biar cepet sembuh” kata Yuri

“eh.. Ne.. Gomapseumnida ^^”

Tiba-tiba datang dua orang namja (?).

“eonnie ini buburnya, wah, dia sudah sadar!” kata salah satu namja berambut blonde

“Noona, apa noona tidak apa-apa?” tanya namja berambut blonde satu lagi

“Gwenchana, aku tidak apa..apa” jawabku

“syukurlah..banyak-banyaklah beristirahat” katanya lega

“eonnie, nanti dimakan buburnya ya ^^” kata namja blonde satunya.. tunggu dulu! dia memanggilku eonnie? ha?!

“eonnie.. ada apa? kenapa menatapku heran seperti itu? apa ada yang salah dengan mukaku ya?” katanya sambil menunjuk ke dirinya sendiri apa ada yang salah

“ka..kamu memanggilku… eonnie? bukannya kamu namja..”

“Huahahahahaha, Amber..Amber.. kamu sih kenapa berpenampilan seperti itu” spontan Tiffany menertawai dia

“Taeyeon, dia ini adik sepupuku namanya Amber Liu.. dia yeoja..” jelas Tiffany

“ah! mianhae! a..aku tidak tahu.. sekali lagi aku minta maaf”

“haha, gwenchana eonnie, wajar kok.. setiap orang yang pertama kali melihatku pasti menganggap aku namja.. hehe, Amber imnida, bangapseumnida eonnie..” katanya sambil membungkuk

“ah, Ne.. Taeyeon imnida” balas ku membungkuk kecil padanya

“Taemin imnida, bangapseumnida Taeyeon noona.. saya namja, keke” kata namja bernama Taemin sambil membungkuk

“bangapseumnida Taemin.. ^^” kataku membungkuk kecil padanya

“hmm, baiklah.. sekarang karena kita sudah saling kenal.. anggap saja kita di sini keluargamu ya Taeyeon” kata Tiffany

“Ne, Terima Kasih ya semuanya.. aku jadi seperti merepotkan kalian”

“tidak apa-apa Taeyeon.. nah sekarang kamu makan dulu bubur ini” kata Yuri

aku mengangguk dan tersenyum pada mereka.. mereka membalas senyumku dan aku memakan bubur tadi.. Tiffany sangat baik.. dia menyuapiku.. mukanya yang cantik dan putih membuatku betah memangdangnya berlama-lama.. Tuhan terima kasih.. Engkau masih memberikanku kesempatan untuk menjalani hidup ini bersama mereka..

——–

Normal POV

Hujan masih sangat deras di luar.. Taeyeon yang sudah selesai memakan bubur itu kembali tidur..

“aduh hujannya lama sekali berhentinya” keluh Yuri

“sstt.. pelankan suaramu, Taeyeon sedang tidur” kata Tiffany menyuruh Yuri untuk diam

“upss.. maaf..” bisik Yuri

“hmmm, dia sangat cantik. betul tidak yul?” tanya Tiffany pada Yuri sambil terus memandangi wajah Taeyeon sedang tidur

“iya, kamu benar.. tapi fany, aku mau nanya nih..”

“apa?”

“apa kamu suka padanya?”

Jleb! muka Tiffany seketika merah, tapi dengan matanya membulat besar membuat yuri terkekeh

“hihihi, kamu lucu fanny-ahh.. sudah kuduga kamu menyukainyaa” goda Yuri

“Ya! kau ini! awas kau!!” kata Tiffany yang hendak mengejar Yuri, tetapi Yuri sudah berlari duluan dan mengambil kunci kamar nya cepat dan mengunci nya dari luar..

“Yul!! Bukakan pintunyaa!!” teriak Tiffany sambil mengetuk-ngetuk pintu dari dalam

“ssstttt…. jangan teriak Tiffany… Taeyeon sedang tidur..” kata Yuri dari luar

“aiss kau ini ingin mengerjaiku ya! dasar jahil! huhh” kata Tiffany dan kembali duduk di samping Taeyeon

“engg… Tiffany ada apa?” tanya Taeyeon yang tersadar dari tidur nya

“ahh, nggk papa kok Taeyeon.. tidurlah lagi.. maaf kalau aku mengganggumu”

“baiklah.. hoammm”

Tiffany pun pindah ke atas kasurnya dan duduk di samping Taeyeon yang sedang tidur..

“Ehh.. Tif..fany.. ka..kau sedang a..apa?” tanya Taeyeon terkejut karena Tiffany pindah ke sampingnya

“maaf Taeyeon, aku juga agak ngantuk nih.. aku tidur di sampingmu saja ya.. nggak apa-apa kan?
kata Tiffany sambil tersenyum ke arah Taeyeon

Taeyeon mengangguk karena dia tahu kalau ini rumahnya Tiffany, jadi terserah Tiffany mau melakukan apa di rumahnya..

Tiffany pun memasuki seluruh badannya ke dalam selimut..Tiffany yang membelakangi Taeyeon, berbagi satu selimut dengannya.. Taeyeon dapat mencium harum nya badan Tiffany dan punggung Tiffany secara dekat…

Taeyeon POV

DEG
detakan jantungku semakin cepat ketika melihat Tiffany berbalik arah.. aduh gimana ini? bisa kulihat mukanya dari jarak yang dekat, cantik banget.. aku jadi nggk bisa tidur kalau begini..

“Taeyeon, tidurlah..” tiba-tiba Tiffany bersuara dengan mata tertutup

“ehh? kamu belum tidur?”

“belum..” matanya terbuka, dia ia melihat kearahku

“susah mau tidur jadinya kalau suara hujan yang deras ini sangat menggangguku” lanjutnya

“kalau gitu, mau kubantu kau tidur?” tawarku

“ha? caranya?” herannya

aku pun meletakkan tanganku di telingannya, bisa ku lihat mukanya sedikit memerah, dan dia memegang tanganku.. tangannya sangat hangat.. aku suka tanganku dipegang seperti ini..

“ma..makasi Taeyeon.. tanganmu hangat :)” katanya gugup dan tersenyum

“sama-sama ^^ tidurlah” kataku lalu dia menutup matanya..

Yuri POV

wahhh, pemandangan yang benar-benar indah.. Taeyeon tidur bersama Tiffany sambil memegang Telinganya?? heumm.. mereka cocok juga kalau dilihat-lihat.. ahh, aku jadi ingin mendukung mereka.. hohoho

“Boo!” teriak seseorang mengagetiku dari belakang

“Huwaaa!!!” kejutku

“huahahahahahhaa, Eonnie…eonnie… kenapa eonnie ngintip-ngintip gitu di kamar Fany eonnie?” tanya Amber sambil masih tertawa

“engg ano.. aku cuman ngintip aja kok.. hehe” jawabku

“ohh, dasar eonnie aneh.. apa Taeyeon eonnie baik-baik saja?”

“iya, sangat baik, sekarang Taeyeon dan Tiffany sedang tidur berdua tuh”

“Ha? Tidur berdua? masa’ sih?” kata Amber tidak percaya

“kalo nggk percaya, tuh liat sendiri” kataku lalu membukakan pintu kamar perlahan-lahan

“wahh, iyaa.. mesra banget merekaaa :o” kata Amber tercengang

“udah yuk kita keluar… jangan ganggu mereka.. kasian… mereka sama-sama butuh istirahat”

“iya eonnie benar”

*Ting Tong*

“eh ada tamu” kata Amber

“Biar ku bukakan” teriak Taemin dari dapur dan berlari membukakan pintu

tiba-tiba…

“Hyung?!”

“siapa Taemin?” aku pun berlari menghampiri Taemin dan aku terkejut dengan pemandangan yang kulihat…dia…

~TBC~

hehehe, akhirnya ff ini berlanjut, dan maaf banget nih kalau ada kegajean di part ini. di part selanjutnya bakal banyak banget casts yang muncul, terutama artis-artis SM ^^ dan bakal ada cerita mengapa Tiffany banyak banget sepupu nya.. hohoho.. and makasi udh di baca dan mohon comment nya~😀