Jessica POV

Pagi hari yang sangat cerah.. sinar matahari telah memasuki jendela rumahku, dan sudah saatnya aku bersiap-siap ke sekolah..

“Hoammm.. hai pikachu ^^” sapaku pada boneka pikachu kesayanganku yang semalaman menemaniku tidur

“kau tau tidak? tadi malam aku mimpi indah lho, hihi” kataku berbicara padanya (?) ‘yang sudah pasti aku berbicara sendirian’

“Hahhh.. senangnya.. semalam aku bertemu seseorang yang menemaniku bernyanyi sambil bermain piano.. dia memainkan sebuah biola.. dan permainan itu indah sekali.. seandainya itu bisa jadi kenyataan” lanjutku bercerita

*Tok Tok*

“Sica.. ayo bangun.. kamu kan harus sekolah” teriak seseorang dari luar kamar, dan itu adalah ummaku

“oh iya.. Ne Umma” balasku dari dalam kamar

akupun segera bergegas menuju kamar mandi.. setelah mandi aku berpakaian seragam dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.. sebelumnya aku bergabung dulu di meja makan bersama kedua orang tuaku.

“kau sudah siap nak? ini umma buatkan nasi goreng kesukaanmu” kata Umma sambil menyediakan nasi goreng kesukaanku

“Waa~ makasi umma, hehe” kataku dan segera memakan nasi goreng itu dengan lahap sampai tidak ada sisanya.. tiba-tiba aku bersendawa

“upss… maaf appa, umma.. hehe, keceplosan”

“haha, tidak apa-apa sayang.. yasudah, sekarang berangkatlah.. nanti kamu terlambat” kata Appa

“Ne, Appa..umma.. Sica pergi dulu ya.. Annyeong~ CHU” aku pun segera mencium pipi appa dan umma, dan berangkat ke sekolah..

ketika aku keluar rumah, aku melihat rumah yang di depanku yang dulunya bertuliskan ‘DI JUAL’ sekarang sudah tidak ditempel lagi..

“wahh, ternyata sudah ada penghuninya ^^” gumamku senang dan ketiku kulihat jam tanganku..

“OMO! sudah jam segini! mampus kalo telat.. kayaknya mesti ngebut nih lari.. 1…2…3.. ” Syunggg~ (?)

@Sekolah

“Ayo cepat kamu masuk! 5 menit lagi bel masuk berbunyi!” teriak penjaga pintu sekolah kepada kami yang baru datang

“Huwahhh, FINISHED!” teriakku setelah berhasil memasuki pintu gerbang sekolah maut itu

“huftt… syukurlah.. aku tidak terlambat..”

akupun segera menuju pintu kelas.. bel tanda masuk pun berbunyi.. akupun segera masuk ke dalam kelas, dan untunglah guru yang mengajariku (Pak Eunhyuk a.k.a Hyukjae) belum datang.. dia adalah guru IPS (pelajaran paling membosankan) yang super dingin dan galak di sini..

akupun langsung menuju tempat dudukku, dan Sunny salah satu teman dekatku menghampiriku..

“Sica-ssi.. tumben kau tidak telat, kekeke” ejeknya

“hehe, lagi ada tenaga lari kenceng gara-gara makan nasi goreng buatan umma tadi ^^”

“wooh, pantes.. lain kali bawa dong bekal nasi gorenya.. aku juga mau nyicip~” rengeknya

“iya..iya.. nanti kubilang umma”

“Yay! Gomawo Sica-aa” katanya girang dan memelukku

“Eh! Pak Hyukjae datang!” seisi kelas langsung heboh dan duduk ke tempat masing-masing..

“hmmm, pagi anak-anak” sapa pak Eunhyuk/Hyukjae dingin

“p..paagi pak” kata semua murid di kelas gugup kecuali aku yang biasa-biasa aja

“kenapa pada gagap gini.. kalian sakit?”

“engg, tidak kok pak..” kata mereka sambil menundukkan kepala

“hhh.. yasudah.. saya akan memberitahukan sebuah kabar buat kelas kalian”

“mampus!” kata salah satu murid di depanku panik

“pasti ulangan nihh… haduhh, mati aku” tiba-tiba Sunny juga ikut panik

“hari ini kalian kedatangan murid baru” kata Pak Hyukjae

“Huahhhhhhhhh… syukurlahh” kata kami semua lega ‘ya, termasuk aku juga sih.. haha’

“lho? kenapa? kok pada kayak orang baru lepas penjara”

“a..ano pak.. ka..kami senang, hehe” kata salah satu temanku juga yang bernama Taeyeon, dia duduknya pas di depan pak guru berdiri

“ohh.. baguslah.. kalau begitu akan kupanggilkan dia, tunggu sebentar”

setelah dia keluar beberapa menit, akhrinya dia membawa masuk seorang yeoja.. yeoja itu sangat cantik, tinggi, postur tubuhnya bagus dan mungkin sedikit.. sexy.. kulitnya agak sedikit kecoklatan.. tetapi dia masuk dengan… muka super dingin… mungkin dinginnya melebihi pak Hyukjae, dan mungkin melebihi Gunung Es!

“Ya, silahkan perkenalkan namamu” kata Pak Hyukjae

“Annyeong, namaku Kwon Yuri, kalian bisa panggil aku Yuri. Terima Kasih” katanya dengan tetap dingin

—-Hening—-

“Hai Yuri! salam kenal ^^” tiba-tiba teriak salah satu temanku yang paling ceria di dalam kelas, dia bernama Tiffany

kami semua merasa terkejut memandang Tiffany.. hebat sekali dia bisa tetap ceria walau dihantam oleh freezer yuri..

“baiklah, Yuri.. di antara Jessica dan Tiffany ada bangku yang masih kosong, kau boleh duduk disitu” kata Pak Hyukjae sambil menunjuk kursi kosong yang ada di samping kananku

WHAT? dia didudukkan di sampingku?! waduhh, bisa-bisa aku beku selama pelajaran berlangsung.. hiyyy~

“oke anak-anak.. tolong bantulah Kwon Yuri di sekolah ini, karena dia baru di sini..” terang Pak Hyukjae, dan melanjutkan pelajaran yang sangat membosankan.. IPS -_-

———

bel istirahat pun berbunyi.. Akhirnyaaaa aku bisa bebas dari penjara es ini.. huft.. tapi tadi Tiffany hebat banget, bisa ajak si freezer yang disampingku berbicara.. pake jurus apa ya Tiffany

“Hey! kamu kok melamun begitu” kata Sunny mengagetkanku

“ahh, nggk papa kok..”

“Yurri, kamu mau nggak ku ajak berkeliling sekolah ini?” tawar Tiffany pada Yuri

“Tidak. Terima Kasih” jawab nya dingin

“Tiffany~ ke kantin yuk!” ajak Taeyeon yang juga teman dekat Tiffany, Sunny, dan aku

“hmmm, kamu mau ikut kami Yuri?” tawar Tiffany lagi

tetapi Yuri tidak menjawab karena dia asik membaca buku sambil mendengarkan Mp3 player.

“hmmm, baiklah.. kajja Taenggo” kata Tiffany dan segera meninggalkan Yuri

“Jess… ayok ke kantin” ajak Sunny tiba-tiba

“ahh, nggak ahh… aku mau ke ruang musik saja” kataku dan tiba-tiba aku melihat Yuri berdiri

“Eh.. hmm.. Ruang Musik ada di mana?” tanyanya padaku dengan dingin, tetapi aku kaget melihatnya sampai tidak bisa membuka mulut sama sekali

“ehh.. di se..belah per..pus..” kataku gugup dan Sunny masih dengan tatapan shock di samping ku

“ohh.. makasi” Kata Yuri dan segera meninggalkan kami bedua di kelas

“Jessica… apa kamu nggk ikut dia aja? dia kayaknya mau ke sana juga deh..” bisik Sunny padaku sambil menunjuk Yuri yang sedang berjalan keluar

“Ha? engg nggak jadi dehh.. aku ngk mau berdua saja ma dia.. nanti jdi beku aku..” kataku ketakutan

“Huahahaha, nggak gitu juga kali Jess, lagian nggk ada salahnya.. dan mungkin di ruang musik nanti kalian bisa saja saling deket, sangat deket mungkin.. ya nggk?” Sunny menyenggol lengan sica dengan sikut nya

“ehh.. nggak tau deh >< aku ke perpus aja” kataku langsung meninggalkan Sunny

“okelah.. aku nyusul Taeyeon dan Tiffany aja di kantin, huftt..” kata Sunny dan juga pergi meninggalkan kelas

aduhh, jadi deket? apa maksud Sunny tadi.. aku jadi deket ma Yuri, si frezeer itu.. huwaaa nggk mauuuu >< aku nggk mau mati beku karenanya.. tapi, waktu itu umma pernah bilang kalau orang yang bertampang dingin biasa berhati hangat.. dan itu dulu karakter appa.. tapi apa iya dia berhati hangat.. duhh, kok aku jadi mikirin dia sih..

*Bruk

aduhh, aku jalan sambil mikir yang aneh-aneh jadi gini nih.. aku barusan nabrak apaan ya? sakit banget

“Aduhh.. maaf aku ngk…” ketika ku lihat orang yang di depanku adalah Yuri

“hmmm, hati-hati dong” katanya dengan tatapan dingin padaku

#GLEK

aku menelan air ludahku dan ketika aku sadar aku yang menabraknya…

“mm..mm..mm..maa.maaa.maa..fff” kataku tergagap-gagap karena takut

“sudah, jangan kayak gitu. kamu jadi kayak orang konyol.”

MWO???

“Ya! siapa juga yang mau bertingkah seperti itu!” marah ku padanya karena aku dibilang konyol

“haha, tadi itu apa” katanya dengan tertawa mengejek. ”Yasudah ahh.. kau ngapain juga jalan nggak liat-liat segala” lanjutnya

“aku mau ke perpus! kamu ngapain di sini! kan aku mau masuk, minggir!” kataku kesal dan segera ingin masuk ke dalam, tapi Yuri menghalangiku

“Hey! kau ini kenapa? mau mengerjaiku HAH?!”

“sepertinya kau yang anak baru di sini” katanya dingin sambil menunjuk ke arah tulisan di atas pintu ruangan itu, yang bertuliskan “Music Room”

“eng, Ha? udh tuker tempat ya? cepet amat” kataku bingung sambil mencari cari di mana perpustakaan

“haha bodoh! kau sendiri tadi yang bilang, Ruang musik ada di samping Perpustakaan.. dan kau melewatkan tempat tujuanmu” kata Yuri sambil menunjuk tempat di yang ingin kutujui

“oh iya.. engg, ma.. maaf..” kataku sambil menunduk malu karena salah tingkah dan salah tempat

“Haha, makanya hati-hati” tiba-tiba dia tersenyum padaku

DEG
aduh kenapa ini.. kenapa jatungku serasa berhenti melihat iya tersenyum padaku.. oh tidak, ada apa ini??

“hey, Gadis konyol.. masih betah berdiri di situ” katanya yang membuyarkan lamunanku

“Ha? ehh, jangan panggil aku Gadis Konyol! aku punya nama tau!”

“siapa emangnya?”

“Jessica Jung”

“ohh begitu..” katanya dan meninggalkan ku masuk ke Music Room

“Hey! tunggu!” kataku mengejarnya ke dalam

“apa?” katanya tetapi tidak menoleh ke arahku

“apa bisa kita jabatan tangan?”

langkahnya pun terhenti, dan iya berbalik arah menghadapku

“untuk apa?”

“Ya, supaya enak aja berkenalan sambil berjabat tangan..”

“aneh.. pasti ada maksud lain kan? jujur saja..” katanya tersenyum licik padaku

“a..aku tidak bermaksud jahat kok.. aku hanya ingin berkenalan”

“baiklah, namaku Kwon Yuri.. kamu boleh memanggilku Yuri ataupun Yul” katanya dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman

“Bangapseumnida Yuri ^^” kataku senyum kepadanya dan bisa kulihat dia tersenyum kecil ke arahku, tapi ketika aku menyadari dia tersenyum dia langsung bertingkah aneh dan dingin lagi

“ahh, yasudah.. aku mau ke dalam”

“eh, Yul.. ngomong-ngomong, kenapa kamu pindah ke sekolah kami?”

“ohh itu.. karena ortu ku” jawabnya singkat

“ortumu pindah kerja ya?”

“bukan, dia yang memindahkanku ke sini” jawabnya lagi

“jadi kamu tinggal sendirian dong?”

“Tidak.. aku bersama 2 saudara sepupuku” jawabnya singkat

“ohh.. oh ya, kamu ke sini mau ngapain? kamu bisa nyanyi? atau main musik?”

“itu bukan urusanmu” jawabnya singkat lagi

“Oh, maaf..”

“hmmm..”

suasana pun hening kembali.. dia benar-benar dingin, tapi.. aku suka sekali dengan senyumnya.. aku penasaran dengannya.. aku ingin terus menyelidiki gadis dingin Kwon Yuri ini..

“Hey Jessica.. kau melihat apa?” kata Yuri yang menyadari aku memandanginya aneh, tetapi dia sama sekali tidak melihatku

“ahh, tidak apa-apa.. oh iya.. mau kunyanyikan sebuah lagu?” tawarku yang dari tadi duduk di atas kursi Piano

“hmmm, terserah” jawabnya dingin

“Baiklah…”

ku buka penutup piano yang ada di depanku.. aku menarik napas dalam-dalam dan ku mainkan pianonya sambil bernyanyi…

Normal POV

There’s a song that’s inside of my soul
It’s the one that I’ve tried to write over and over again
I’m awake in the infinite cold
But You sing to me over and over and over again

So I lay my head back down
And I lift my hands
and pray to be only Yours
I pray to be only Yours
I know now you’re my only hope

Yuri memandangi gadis itu menyanyi.. dia mulai terkagum dengan suara Jessica.. Jessica yang menanyikan nya sambil memejamkan matanya… Yuri hanya bisa mendengar dengan kagum, padahal dalam hatinya dia ingin… menangis…

Sing to me the song of the stars
Of Your galaxy dancing and laughing
and laughing again
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that You have for me over again

So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I know now you’re my only hope

I give You my destiny
I’m giving You all of me
I want Your symphony
Singing in all that I am
At the top of my lungs I’m giving it back

So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I pray to be only yours
I know now you’re my only hope

“Gimana? bagus tidak suaraku?”

“lumayan, aku suka suaramu”

“Ha? yang benar?

“untuk apa aku bohong.. yasudah, kau kembali lah ke kelas… aku sih nggk apa-apa terlambat” kata Yuri menyuruh Jessica masuk kelas

“Nggak ahh, aku juga males.. pelajaran hari ini biology, dan itu pelajaran yang lumayan membuatku pusing” keluh Jessica

“owhh, yasudah..” kata Yuri  yang tetap mengelilingi ruang musik itu…

Jessica POV

Sepertinya Yuri betah ngelilingi ruang ini.. apa yang bisa dimainkannya ya? Penasaran..
Aduh kok aku jdi kebelet pipis gini.. aihh mana bisa ditahan lagi..

“Yuri, aku ke toilet sebentar…”

“silahkan, nggak ada yang ngelarang kok…”

“oke”

Aku segera ngebut berlari ke toilet.. setelah selesai rasanya lega sekali.. ketika aku kembali aku melihat Yuri menunggu ruang di depan ruang kelas sendirian..

“Yuri?”

“Eh tuh Jessica nya dateng Sunny” kata Yuri yang memanggil Sunny dari dalam kelas

“ah Ne, ayok yul pulang bareng, pas banget piket ku selesai..” ajak Sunny pada Yuri

“ah, tidak makasi, aku bisa pulang sendiri kok” kata Yuri tersenyum kecil

“aku pamit dulu, Sunny.. Jessica..” Yuri meninggalkan kami

“Jessica, pasti kamu kaget kenapa kita pulang sekarang?”

“ya, memangnya ada apa kok tumben kita pulang awal?’

“katanya sih karena bulan puasa aja kita pulang awal.. soalnya kasian yang pada puasa” kata Sunny (udah lebaran lho :) di sini *author nimbrug*)

“wohh, begitu.. okelah.. ehh, Yuri tdi nungguin kamu ya?”

“tepatnya nungguin kamu.. dia takut kamu ngk bakal balik ke kelas dan meninggalkanku sendirian”

“wah, dia baik juga ya Sun..”

“iya, tuh kan.. dia dinging-dinging baik juga lhoo”

“iya kamu benar ^^”

“Yasudah, pulang yuk~”

“Yuk~”

——————

-TBC-