Still Jessica POV

aku dan Sunny yang tiba-tiba berjalan keluar sekolah melihat Yuri yang sedang berbicara sama seorang anak kecil..

“Kamu kenapa? ummamu di mana?” tanya Yuri pada gadis kecil itu

“aku hiks..ng..nggak tau umma ada di mana..hiks” kata anak kecil tadi sambil menangis.. sepertinya dia tersesat

“baiklah, unnie bantu kamu menunggu ummamu ya ^^” kata Yuri.. ramah pada gadis kecil itu. Yuri tersenyum kepada gadis kecil itu dan menggenggam tangannya.. senyumannya yang sangat terpancar itu benar-benar membuat aku dan Sunny kagum melihatnya..

tiba-tiba Yuri melihat ke arah kami, dan Yuri langsung salah tingkah.. akupun spontan melambaikan tangan dan dia tidak berpaling muka, melainkan membalas lambaian tanganku sambil tersenyum.

“Yul.. kamu di sini :D ” kata Sunny dan kamipun menghampiri Yuri dan anak kecil tadi

“iya, aku menemani gadis kecil yang cantik ini, orang tuanya pergi ntah ke mana” kata Yuri pada kami, mukanya tersenyum seakan tidak dipaksa

“wahhh, kamu baik sekali.. aku juga mau menemanimu kalau begitu” kata Sunny dan berdiri di samping Yuri

“Sica kamu ngk pulang?” tanya Sunny padaku

“ha? Enggak usah, aku bisa pulang bareng kalian. Aku ikut menemani Yuri juga deh ^^”

“ohh, hehe” kata Yuri sambil terkekeh

Apa yang kuliat barusan? Yuri tertawa.. Kwon Yuri.. gadis yang benar-benar dingin di kelas ku, sejak pertama kali bertemu dia tidak menunjukkan sisi hangat nya dan sekarang dia tertawa ikhlas di depan kami. Aku pun terdiam seperti orang yang baru terhipnotis.

“Haloo Sicaaa” kata Sunny mengibas-ngibas kan tangannya di depan mukaku dan itu membuatku sadar dari lamunanku

“kamu bengong nya begitu amat,haha” kata Sunny

“ah.. a..aku.. hehe”

“eommaa~!” teriak anak kecil tadi dan dia berlari memeluk eommanya

“anakku! Wah terima kasih banyak yaa, kalian telah menjaga anakku. Aku sungguh ceroboh meninggalkannya. Sekali lagi maaf merepotkan dan terima kasih banyak yaa *bow*” kata ibunya anak tadi sambil terus berterima kasih

“wahh, Cheonma ajhumma :) ” kata ku dan Sunny

“Gwencaha ajhumma, untung saja anakmu baik-baik saja :) sana kamu pulang sama ibumu yaa ^^” kata Yuri tersenyum kepada anak itu

“Annyeong eonnie :’D” kata anak itu dan melambai ke arah kami, kamipun membalas lambaian nya

“hmm, sepertinya sudah selesai, yuk kita pulang!” ajak Sunny, dan kali ini Yuri tidak kelihatan dingin lagi

“Yul.. kamu bagusan begini lho, jangan dingin-dingin dong~” kata Sunny pada Yuri

“hehehe ^^ aku begini karena kalian baik padaku, kalau aku belum kenal siapa-siapa aku bingung mau berbuat seperti apa, jadi aku bersikap dingin aja” jawabnya

“justru jika kamu bertingkah begini terus, kamu ngk akan bingung lho Yul :) ” kataku menjelaskan padanya dan dia akhirnya tersenyum jelas ke arahku. Akhirnya senyumnya begitu ikhlas. Kami terus berjalan sampai di saah satu persimpangan.

“hmm, mungkin sampai di sini pertemuan kita hari ini. Annyeong Yuri, Annyeong Jessica :) ” kata Sunny dan melambai pada kami, kami membalas lambaiannya dan dia meninggalkan kami berdua

“Sica, arah rumahmu ada di mana?” tanya Yuri padaku

“owh, sebelah sana” tunjukku pada arah jalan menuju komplek rumahku

“Mwo?” dia terlihat heran, sepertinya dia pernah mengenal tempat ini

“ini kan juga arah jalan rumahku” kata Yuri dan aku terkejut

“Ka..kamu pindah ke komplek xxx ya?” tanyaku dan dia mengangguk

“iyaa..” Wah, ternyata rumah yang dihuni di depan ku adalah tempat tinggal Yuri. Berarti kami bisa saling dekat dan sering bersama-sama dong. Hatiku senang mendengarnya dan aku langsung menarik tangannya.

“kajja!” kataku lagi dan dia terkejut karena aku menarik tangannya tiba-tiba setelah kami memasuki komplek bersama, aku melepas tangan Yuri dan melambai ke arahnya

“Bye Yul ^^ sampai ketemu besok ya :) ” kataku dan tanpa disangka Yuri membalas lambaianku

“Okay! bye :D ” katanya

Yuri POV

apa dia barusan melambai ke arahku, senyumnya.. gadis itu.. cantik sekali dengan senyumnya. akupun membalas lambaiannya dan segera masuk ke dalam rumah, kulihat gadis itu lagi dan ternyata rumahnya tepat di depan rumahku. wah rumah kami dekat! senang sekali rasanya bisa bertemu dengannya. hmmm, lebih baik aku kembali ke dalam dan melihat tugas-tugas pak Eunhyuk tadi.

“Yul, sudah pulang?” kata salah satu sepupuku, Sooyoung

“Ne ^^” akupun segera pergi ke kamar dan meletakkan tasku, aku mengambil kaos kesayanganku dan mengganti bajuku. setelah selesai, aku mengecek kembali buku IPS, siapa tau ada tugas

*tok tok*

“Yuri Noona, waktunya makan malam” teriak Minho dari luar kamarku, dia juga sepupuku

“Ya, tunggu sebentar” balasku dan melihat buku catatan IPS ku

“hufttt, syukurlah tidak ada tugas” akupun menghela napas lega dan segera bergabung di meja makan bersama sepupuku.

Baiklah, mungkin aku akan memperkenalkan diri kepada kalian. Namaku Kwon Yuri, tapi aku biasa dipanggil Yul. entah kenapa ketika ada yang memanggilku Yul, aku merasa lebih nyaman. Hobiku adalah bermain biola, selain itu membaca komik. Aku suka sekali memandangi langit senja apalagi bila memandanginya di lapangan terbuka. Aku baru saja pindah dari Jepang, karena orang tua ku menyuruhku untuk belajar di Seoul. Di sini aku sudah sangat senang karena sudah mendapat teman. aku takut ketika pindah ke sini tidak ada yang mau berteman denganku karena sifatku, tapi ternyata justru sebaliknya. aku tinggal bersama 2 orang sepupu ku yang disuruh oleh orang tuanya pindah rumah dan menemaniku. Sepupuku yang perempuan bernama Choi Sooyoung, dia adalah anak dari kakaknya ayahku. Dia memiliki seorang abang dan seorang adik, Choi Siwon adalah abangnya, dan Choi Minho adiknya, Choi Siwon oppa sekarang mengikuti wajib militer. Aku sekarang bisa disebut dengan ‘anak tunggal’ dari keluarga Kwon yang menetap di Jepang. Karena dulu aku mempunyai seorang kakak, tapi kakakku sudah menginggal karena kecelakaan mobil. Ketika pertama aku sampai di Seoul, keesokan harinya aku langsung masuk sekolah. Aku bertemu orang yang sangat ceria menyapaku dan mengajakku berbicara, bernama Tiffany dan bertemu beberapa teman di sini, tapi aku hari ini sangat senang karena menemukan seseorang perempuan lagi. Perempuan ini sangat lah cantik, dan sangat baik. Aku jadi teringat ketika dia memainkan piano tadi dan menyanyi lagu tadi.. aku kembali mengingat pada orang yang sudah menyakiti hatiku ketika di Jepang. huh, untuk apa aku mengingatnya.. sebaiknya aku melupakannya..

“Yul, bagaimana hari pertamamu?” tanya Sooyoung padaku sambil menyantap makanan yang dimasak oleh Minho “hmm, ya sangat baik Sooyoung ^^”

“wahh, sudah dapat teman belum?” tanya Minho penasaran padaku

“sudah” jawabku singkat sambil makan “ayo cerita dong Yul tentang hari pertamamu masuk sekolah tadi?” rengek Sooyoung penasaran dan akhirnya aku menceritakan semuanya

“hmmm, oke.” aku menceritakan semua dari aku masuk sekolah sampai kejadian di ruang musik di sekolah

“Wahh, aku jadi penasaran ingin mendengar suaranya :D ” kata Minho yang daritadi menyimak ceritaku akupun tersenyum dan melanjutkan ceritanya sampai kejadian di depan rumah

“Jadi, rumahnya dia?” kata Sooyoung dan melihat ke arah jendela yang terdapat pemandangan Rumah Jessica. aku mengangguk, dan menghabiskan satu suapan terakhirnya.

“hmmm, kenyang~ makasi buat makanannya Minho ^^” kataku kenyang lalu mengusap kepala Minho

“Ne, cheonma. nggak disangka ya, ternyata teman dekat Noona tinggal dekat juga denganmu xD” kata Minho sambil mengambil piring bekas makanku dan mencucinya

“yaa, kamu beruntung :) apa kamu menyukainya?” tanya Sooyoung membuat mukaku berubah merah

“maksudmu suka?” tanyaku yang mulai bingung dan membuat Sooyoung tertawa

“hahaha, hey, jangan berpikiran aneh dulu. maksudku sebagai teman Yuri” kata Sooyoung yang masih tertawa

“owh, hmmm.. Ya begitulah ^^, sudahlah aku mau tidur dulu. sudah malam, aku besok piket. dan besok aku pulang awal lagi Soo.”

“oh, baiklah. besok kan puasa terakhir, jadi lusa kemungkinan libur.”

“enaknya Noona, baru masuk 2 hari udah libur -_-” keluh Minho yang sedang mengelap tangannya setelah mencuci piring

“hehehe, yasudah. selamat tidur yaa, Good Night Younggie~ Minho..” kataku dan masuk ke dalam kamar

——

Jessica POV

aku senang sekali, ntah mengapa aku merasa sesenang ini. Setelah aku masuk ke dalam rumah, aku langsung melempar tasku ke atas kasur dan ikut merebahkan tubuhku di atasnya. Aku melihat pikachu yang selalu tersenyum, aku duduk dan segera melepas kaos kaki ku, dan mengganti bajuku.

“Sica~ waktunya makan malam” teriak ummaku memanggil dari bawah

“Ne ummaa” balasku berteriak dan segera berganti pakaian. Akupun ikut bergabung bersama Appa dan Ummaku masih belum muncul

“Sica :D makan malam” kata Appa

“Ne appa :) umma mana?”

“umma ke kamar sebentar, kita makan duluan saja dulu katanya.”

“owhh..baiklah.. eh, appa appa! Sica ada cerita nih :) “

“apa itu sayang?” tiba-tiba umma keluar dari kamarnya dan ikut bergabung dengan kami

“eh, kebetulan umma dateng, ayo duduk umma, sica punya cerita nih buat kalian ^^” kataku tak sabaran dan akupun mulai bercerita

“tadi, ada anak baru di kelas Sica, nah anak itu cuek dan dingin banget, melebihi guru Sica yang pak Hyukjae deh dinginnya.”

“wahh, namanya siapa? terus?” kata Appaku penasaran

“namanya Kwon Yuri, appa. Dia cantik banget, tapi sayang sifatnya dingin di kelas, dan tadi dia duduk di samping Sica, aduhh rasanya mau beku duduk di sampingnya ~_~” jelasku dan Appa, umma tertawa

“terus, ayo lanjut Sica?” kata Umma yang mengetahui bahwa ceritaku belum selesai

“ketika waktu istirahat, dia diajak Tiffany untuk berkeliling, tapi dia nggak mau. Trus dia nyuekin Tiffany pas diajak makan bareng. Nah, pas Jessica bilang mau ke Ruang Musik di sekolah. Dia langsung berdiri menghampiri Sica.”

“trus? dia mau ngapain tuh? :o ” kata Appa penasaran, haha lucu sekali muka appa ketika penasaran

“yaa, sica bilang aja ruang musik di mana. Tapi Sica nggk mau ikut dengannya -_-” kataku dan mulai memakan masakan umma, begitu juga dengan mereka berdua

“wahh, kamu jadi nggk jadi ke sana dong? kamu takut beku ya?” tanya Appa dan umma terkekeh

“iyaa.. awalnya Sica begitu. Hmm, jadinya Sica memutuskan untuk pergi ke Perpustakaan. Tapi pas mau ke perpustakaan, Jessica malah mikir yang aneh-aneh sampe nabrak seseorang. Ternyata orang yang Sica tabrak itu Yuri, Appa! :o ” seru ku memperbesar kata Yuri, dan appa hampir tersedak karena aku sedikit mengejutkannya

“uhukk..uhuk..”

“ahh, mian appa”

“nih minum yeobo” kata umma lalu menyodorkan minuman ke appa

“uhuk.. hhahhh.. gak papa, appa hanya terkejut. Trus Yuri itu marah?”

“nah, dia ngk marah, aku yang takut minta maaf ama dia dengan gagap. tapi dia malah mengataiku konyol -.-” kataku kesal

“whahahaha” tawa Umma dan Appa serempak

“yaaa, kalian malah menertawai Sica T_T”

“ehehe, mian Sica.. ayo lanjut lagi, sambil dimakan tuh” kata umma dan aku melanjutkan lagi ceritaku

“ketika itu juga aku malu karena salah tempat, kukira itu perpustakaan. Dia tetap memanggil Sica gadis ‘konyol’ sampe akhirnya sica memarahi nya, dan memperkenalkan nama Jessica. dia cuman berkata ‘oh’ dan berjalan ke dalam. Sica kejar gadis itu dan mengajaknya berkenalan sambil berjabat tangan, akhirnya Sica bisa berbicara dengannya. Ternyata dia tidak terlalu buruk yang seperti Sica bayangkan appa, umma. dia justru sangat hangat. Ketika pulang sekolah, karena sekolah pulang awal, dia menunggu Jessica agar tidak kemana-mana. Tetapi dia berpamitan pulang duluan dari Sica dan Sunny. pas kami pulang, kami melihatnya terduduk di depan anak kecil yang sedang menangis yang terpisah oleh ibunya. dia menemani anak itu dan kami menemaninya. Dia begitu hangat. Kepribadiannya sangat berbeda dari yang ketika dia pertama kali datang. Akhirnya kami pulang bersama-sama ketika ibunya anak kecil tadi ditemukan. setelah kami pualng bersama-sama, ternyata Yuri tinggal di depan Rumah kita! :D ” jelasku panjang lebar pada mereka. Mereka mendengarkanku dengan baik, ketika aku bialng di depan rumah kami di mana Yuri tinggal. Appa dan umma terkejut mendengar nya, dan mulai tersenyum.

“ternyata tetangga baru kita itu Yuri ya :) ” kata umma dan aku mengangguk

“Sica senang sekali bisa berkenalan dengan Yuri, umma :) Sica ingin semakin dekat dengannya ^^”

“Ya, kalian bisa jadi teman yang sangat baik. Bahkan kalau bisa, kalian pacaran saja, haha” kata Appa bercanda

apa? pacaran.. omo, rasanya tidak mungkin bila aku pacaran ama Yeoja. appa bisa-bisa aja bercandanya, tapi setiap aku melihat senyum Yuri, hatiku berdebar-debar.

“ahh appa ada-ada aja ahh.” kataku dan makananku sudah habis daritadi

“ya, siapa tau ajaaa ;) yang namanya ‘Cinta’ nggak bisa diduga lho Sica” kata Appaku dan mukaku mulai memerah

“hahaha, kamu memerah.. kamu lucu sekali ketika memerah.. yasudah, kamu tidurlah, besok kamu masih sekolah kan, dan pasti lusa kamu libur. ayo tidurlah” suruh appa dan aku mengangguk, sebenarnya aku sudah daritadi mengantuk.

“Appa, Umma.. selamat malam” kataku

“Malam sayang :) ” kata mereka serempak dan akupun naik ke atas dan masuk ke kamar untuk beristirahat.

-keesokan harinya-

“hoaaaaammmmmmmmmmm, hmm, Pagi Pikachu~! :D hmm, pagi ini hujan ya, tidak seperti kemarin yang cerah” aku memandang ke luar jendela, pantas saja tadi malam dingin sekali. Aku langsung beranjak dari tidur dan bersiap-siap ingin ke sekolah

Normal POV

Jessica pun selesai bersiap-siap dan dia ikut bergabung dengan kedua orang tuanya di ruang makan

“Pagi Sica~ :) ” sapa umma Jessica dan appa Jessica

“Pagi Appa! Umma! :D “

“sarapan hari ini umma tambah ya, biar kamu bisa bawa ke sekolah juga” kata ummanya dan menyodorkan sebuah tas berisi tempat makan dan minuman

“Gomawo umma, CHU~” Jessica mencium pipi ummanya

“Appa, Umma, Sica pergi dulu ya..Annyeong~” Jessica mencium pipi appanya sekilas

“Ne, hati-hati ya sayang :D ” Jessica pun pergi keluar rumahnya, dia melihat ke rumah yang ada di depan rumahnya, dan kebetulan sekali Yuri juga sedang memasang sepatu dan mempersiapkan payung. Jessica baru teringat jika dia lupa membawa payung, tapi dia tidak ingin mengganggu/menyusahkan orang tua nya di dalam. Yuri yang melihat Jessica menghampirinya.

“mau bareng aku? pasti kamu lupa ambil payung? :) ” tawar Yuri pada Jessica dan Jessica tersenyum dan mengangguk mengiyakan

“kamu nggak pake jaket Sica?” tanya Yuri pada Jessica ketika mereka sudah berjalan menuju sekolah

“nggk, aku kira itu tidak perlu deh” kata Jessica sambil mengusap-usap lengannya seperti orang kedinginan. Yuri yang melihatnya segera bertindak

“Sica, tolong pegang payungku sebentar.” kata Yuri dan Jessica melakukannya. Yuri membuka jaketnya dan dipasangkannya ke Jessica. Jessica terkejut atas perbuatan Yuri.

“brrr, Ya, Yul… nanti kamu kedinginan gimana?”

“tenang saja, aku bisa atasi itu, sekarang yang penting adalah, hangatkan badanmu :) ” kata Yuri sambil tersenyum dan Jessica membalas senyuman itu

“Gomawo ya ^^”

“Gwenchana :) ” selama perjalanan, Yuri terus memegang payung dan Jessica terus memegang lengannya walau sudah memakai jaket. Jessica tampak khawatir karena Yuri yang memegang payungnya dan tidak menggunakan jaket merasa kedinginan

“Yul..kamu yakin nggk apa-apa?”

“jangan khawatir Jessica, kan sudah kubilang, aku bisa mengatasinya, hehehe ^^” tiba-tiba ada sebuah mobil ngebut dari arah berlawanan dan itu membuat cipratan air yang besar sehingga mengenai kami. Yuri yang spontan memeluk Jessica agar tidak terkena air, akhirnya Yuri basah kuyup dan mobil tadi berhenti di samping mereka.

“KYAAA!”

“Hey! kalau jalan pake mata dong!!” teriak orang dari mobil itu seperti memarahi mereka berdua

“BODOH! KAU YANG HATI-HATI!!” balas Jessica membentak pengemudi mobil tadi, dan orang itu malah menatap tajam Jessica. Dia kemudian kabur dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga membuat cipratan yang besar terulang lagi, dan Yuri kembali basah

“Kyaa! Yul!” aku berusaha memeluknya dan menyingkirkannya dari serangan itu. Tapi dia sudah terlanjur basah kuyup

“Yul! kamu nggk papa?! Ya Ampun orang itu Gila!”

“biarkan saja Jessica, haha. Gwenchana, aku tidak apa-apa”

“Yul…”

-TBC-