Normal POV

“Yul…”

Yuri tersenyum kepada Jessica. Dia tidak ingin Jessica khawatir padanya.

“sudahlah, kita harus cepat-cepat sekarang, nanti terlambat” kata Yuri

“tapi..”

“kajja, aku nggak apa-apa”

“ba..baik”

Sepanjang jalan Yuri terus memeluk Jessica agar tidak kedinginan. Sesampainya mereka di sekolah, untungnya mereka tidak terlambat. Mereka langsung lari ke dalam kelas, dan guru mata pelajaran matematika belum datang. Sunny, Taeyeon, dan Tiffany teman dekat mereka terkejut melihat keadaan Yuri.

“Yuri?!” teriak Tiffany, dan mereka bertiga menghampiri Yuri dan Jessica

“kamu kenapa? ya ampun!” khawatir Sunny, Yuri hanya tersenyum

“tadi kami…” ketika Jessica ingin menjelaskan, Yuri memotong pembicaraannya

“uhuk..aku tidak apa-apa kok ^^” kata Yuri dengan suara parau

“Tidak apa-apa bagaimana?!” teriak Jessica tiba-tiba dan melepas jaketnya lalu memakaikannya ke Yuri

“Sica.. uhuk.. aku tidak apa-apa kok, sungguh ^^ kamu pakailah jaket ini. Cuaca sangat..dingin” kata Yuri menolak jaket yang ingin Jessica pakaikan padanya

“Yul..” mata Jessica mulai berlinang. Taeyeon segera memapah Yuri untuk duduk dan mengenakan jaket yang Jessica pakai

“Pakailah. Kamu masih ingin belajar, apa ingin di UKS Yul?” tanya Taeyeon

“Aku masih tetap ingin belajar. Aku tidak apa-apa :) ” Yuri memancarkan senyumnya yang membuat mereka mulai percaya bahwa Yuri tidak apa-apa

“Baiklah. Sebentar lagi guru matematika datang. Kalau ada apa-apa, kamu bilang aku ya” kata Jessica dan Yuri mengangguk

Guru matematika pun tiba di kelas, dia agak terkejut melihat keadaan Kwon Yuri dan sempat menyuruhnya untuk mengeringkan badan atau beristirahat di UKS, tapi Yuri tetap menolak dan meyakinkan kepada gurunya bahwa dia tidak apa-apa. Pelajaran pun berlansung sampai waktunya selesai. Hari ini hari di mana murid-murid yang tidak berpuasa di suruh membersihkan kelas, dan yang berpuasa disuruh pulang untuk persiapan besok. Yuri ingin mengikuti kegiatan membersihkan kelas itu, tetapi dilarang oleh ketiga temannya. Dia di suruh beristirahat sebentar, akhirnya Yuri pun mau beristirahat. Setelah badan Yuri sudah mulai mengering dan Yuri dalam keadaan sedikit membaik, dia mulai membuka matanya, tiba-tiba dia melihat ada sosok yang tidak asing baginya. Dia melihat sosok yang sudah lama dia rindukan, cinta pertama dia ketika di Jepang, tetapi sosok itu pergi secepatnya dari tempat itu. Yuri berlari mengikutinya sampai dia menemukan orang itu di sebuah lorong di bagian belakang gedung sekolah. Yuri mendekatinya dan tiba-tiba Yuri ditahan oleh dua orang laki-laki berbadan besar, dan lelaki yang dicari Yuri itu berbalik menghadap Yuri.

“haha, kita berjumpa lagi.. Kwon Yuri” katanya sambil tertawa licik

“lepaskan!” Yuri mencoba memberontak dua orang itu, tapi tetap dipegang kuat oleh mereka

“sudah tidak ada gunanya kau berteriak, dan aku sudah mengira kau pasti akan mengikutiku sampai di sini dan kau pasti merindukaknku, haha, bodoh!”

“aku hanya memastikan kalau itu adalah kau dan kau.. kenapa kau bisa ada di sini?!”

“aku.. hanya ingin melihat mukamu sekali lagi, dan ingin memberikan.. ini” dia memberikan sebuah Undangan, dan ternyata itu adalah sebuah undangan pernikahannya dengan yeoja lain

“a..apa-apaan ini..” Yuri terduduk lemas dan mengeluarkan air matanya

“datanglah, jika kau mau, hahaha”

“ohh, kalau begitu..Se..selamat ya” isak Yuri dan menatap ke arahnya

“untuk apa kau menangis, HUH?”

“Selamat atas pernikahan kalian berdua nanti… Taeyang-ssi.. aku turut.. senang” Yuri mencoba senyum walau dia merasakan perih yang sangat dalam di hatinya. Taeyang menatap kasihan kepada Yuri, dia mencoba duduk di hadapan Yuri, Yuri tidak bisa menatap mukanya. Taeyang tertawa lepas ke arahnya.

“dasar gadis malang, fufufu. Untung saja aku memilih Yeojachingu yang jauh lebih sempurna dari dirimu!” dia kembali berdiri dan meninggalkan Yuri sendirian, dua pengawalnya juga meninggalkan nya. Yuri yang tetap terduduk di situ hanya bisa menangis.

“Aku bodoh! aku bodoh pernah mencintainya! NAMJA SIALAN!” teriaknya histeris dan menyobek kertas undangan itu lalu melemparnya sembarang.

—-

“Hei Sica. kamu liat Yuri?” tanya Taeyeon yang daritadi mencari Yuri di tempat Yuri beristirahat tadi

“Tidak. Bukannya dia lagi istirahat?”

“tidak ada”

“apa?! ayo kita cari dia!”

Jessica dan Taeyeon terus mencari Yuri, ketika mereka sampai di tempat di mana Yuri beristirahat, mereka melihat Sunny dan Tiffany yang juga sibuk mencari Yuri

“kalian, lihat Yuri?” tanya Sunny, Jessica dan Taeyon menggeleng

“Oh No! dia hilang!” panik Tiffany

“ayo kita cari dia!” begitu juga Sunny

Mereka mengelilingi sekitar sekolah, tapi Yuri tidak ditemukan. Akhirnya Jessica memutuskan untuk mencarinya di luar Sekolah

“Aku akan segera kembali!”

Jessica mencari ke halaman depan Sekolahnya, tapi tidak ada. Kemudian dia mencoba mencarinya ke bagian belakang gedung sekolah, dan dia mencoba memasuki lorong yang ada di situ, dan akhirnya dia menemukannya. Betapa terkejutnya Jessica melihat Yuri dalam keadaan seperti itu. Jessica segera berlari ke arah Yuri dan memeluk Yuri.

“Yuri! kamu kenapa?!” panik Jessica dan masih memeluk Yuri

Tanpa sadar Yuri membalas pelukan Jessica dengan erat. Jessica membiarkan Yuri menangis di bahunya. Beberapa menit kemudian, tangisan Yuri perlahan reda. Jessica merasa iba karena mata Yuri yang merah dan sembap. Jessica mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap air matanya.

“Kamu kenapa? kenapa bisa ada di sini? dan kenapa kamu menangis seperti ini Yuri?” tanya Jessica dan mengusap pelan muka Yuri

“A..aku tidak apa-apa”

“Bohong! kamu pasti kenapa-napa! aku tau itu Yuri”

Jessica kembali memeluk Yuri dan Yuri pun kembali menangis. Pertama kali ini lah dia melihat temannya yang menangis dalam keadaan seperti ini.

“kumohon ceritakan padaku Yul.. ada apa?”

Yuri pun mencertiakan semuanya di lorong itu, Jessica emosi mendengarnya karena seorang namja yang dulu dicintai Yuri itu sangat kurang ajar, dia tidak tahan mendengar Yuri menceritakan itu semua.

“cukup Yul.. aku sudah mengerti” Jessica menatap Yuri dalam dan perlahan air matanya keluar. Dia tidak menyangka Yuri memiliki cerita cinta sepahit ini. Jessica kembali memeluk Yuri, dan tiba-tiba datang Sunny, Taeyeon dan Tiffany menemui mereka

“Yurri! Sica!” teriak Tiffany dan mereka bertiga berlari menghampiri mereka

mereka bertiga sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Jessica memeluk Yuri yang sedang menangis.

“Omo, Kamu kenapa Yuri?!” khawatir Tiffany pada Yuri

“a..aku tidak apa-apa” bohong Yuri

“aku tau kamu pasti ada masalah. Sica, kenapa dengan Yuri?” tanya Sunny pada Jessica

Mereka berdua melepas pelukan mereka, dan Tiffany, Taeyeon dan Sunny mencoba menenangkan Yuri.

“Nanti akan ku ceritakan Sunny. Sebaiknya kita antar dia ke dalam dulu” Jessica mengelap air matanya

Mereka berempat pergi ke dalam sekolah, Jessica memapah Yuri dan menidurkannya di UKS, sesampainya di UKS, Yuri berbaring dan tertidur dengan air mata berlinang di matanya. Jessica menceritakan semua yang Yuri ceritakan pada Sunny, Tiffany, dan Taeyeon. Mereka bertiga benar-benar shock, sampai Tiffany hampir nangis mendengarnya

“aku tidak menyangka…” kata Tiffany menutup mulutnya untuk menahan tangisnya

“aku juga.. aku kasian sekali padanya” kata Taeyeon juga

“sebaiknya kita lihat keadaannya sekarang. Semoga dia tidak apa-apa” kata Jessica dan mereka berempat masuk ke UKS

—-

Yuri pun sudah mulai membaik, dia beranjak pelan dari tidurnya dan mencoba duduk

“kamu udah nggak apa-apa kan Yuri?” tanya Jessica khawatir

“Ne, aku sudah nggak apa-apa. :) ” jawab Yuri tersenyum kepada Jessica, Sunny, Taeyeon, dan Tiffany

“baiklah. kalau begitu, mau pulang sekarang?” tanya Sunny pada Yuri dan dia mengangguk

Mereka pun pulang bersama-sama. Selama perjalanan, Yuri terus saja menunduk, Jessica melihat Yuri dengan sangat khawatir

“kamu benar sudah tidak apa-apa Yul?”

“Ne, tenang saja Jessica :) dan engg… maaf ya udah ngerepotin kalian..dan terima kasih banyak ya” kata Yuri tersenyum pada mereka semua

“kamu nggk perlu berterima kasih kok Yuri :) ” kata Jessica membalas senyum Yuri, begitu juga dengan teman-temannya

—-

Yuri POV

Kamipun pulang bersama-sama. Aku sangat beruntung bisa berkenalan dengan mereka, terutama dengan Jessica. Ya Tuhan, kenapa dia muncul lagi di hadapanku, tadi dia hampir saja membuat Jessica basah, sekarang dia malah bikin aku menangis seperti tadi.

“untung saja aku memilih Yeojachingu yang jauh lebih sempurna dari dirimu!”

kata-kata itu selalu terngiang dipikiranku, kurasakan hatiku seperti disayat berkali-kali.. Taeyang.. jadi selama ini kau adalah cowok brengsek! aku sungguh bodoh pernah mencintaimu, aku benci padamu!

kulihat Jessica..dia bagaikan penyelamatku. Dia ada di saat aku membutuhkannya, d..dan ku akui, sepertinya aku sudah mulai menyukai Jessica.

“Yuri? kamu kenapa melamun terus?” kata Jessica yang memainkan tangannya di depan mataku sehingga aku sadar bahwa daritadi aku melamun karena memandanginya

“Ahh.. maaf.. hehe”

“ohh, hehe.. aku takut kamu kenapa-napa lagi”

“jangan khawatir Jessica, aku sudah tidak apa-apa kok ^^”

“syukurlah kalau begitu :) “

“baiklah, mungkin kita berpisah di sini, Yuri, Jessica, Tiffany, Taeyeon, aku pulang dulu ya ^^ jaga dirimu baik-baik ya Yuri” kata Sunny

“iya, makasi Sunny. Oh ya! semuanya, maafkan aku karena selama ini aku bersikap dingin sama kalian” kataku menyesal

“tidak apa-apa kok, hehe” kata Jessica sambil tersenyum padaku, begitu juga Sunny, Tiffany, dan Taeyeon

Ya Tuhan, barusan aku lihat senyuman Jessica yang sangat Cantik! sangat cantik sampai rasanya nafasku berhenti sejenak

“Yuri, kamu nggk apa-apa?” kata Jessica membutyarkan lamunanku yang sejak tadi memandang kagum dirinya

“ah.. a..aku.. nggak..ap..apa-apa..”

“mukamu merah tuh, hahaha”

aduhh, malunya aku. Aku jadi terus-terusan nunduk karena malu menunjukkan mukaku yang memerah. Jessica pun melihat ke arah mukaku yang menunduk dan mengangkat wajahku perlahan

“maaf ya, kalau misalnya aku ada salah bicara” kata Jessica

“ah, gak kok, gak ada ^^”

“baiklah, aku pamit dulu yaa, daa semua ^^” pamit Sunny

“kajja TaeTae, bye bye semua~ ^^” pamit Tiffany dan Taeyeon

kami melambaikan pada mereka semua.

“kajja Yul~” kata Jessica dan menggenggam tanganku

Dia menggenggam tanganku. Tangannya begitu hangat. Aku suka digenggam seperti ini dan aku membalasa genggaman tangannya.

“Ehh.. Yul, nggak apa-apa kan? aku menggenggam tanganmu sampai depan rumah?”

“Tentu saja, hehe”

“makasi ya”

“sama-sama Sica sayang.. :) “

“a..apaa..kkaau memang..gilku..aap..pa tadi..?? >///< ” katanya dengan sangat gugup dan mukanya benar-benar memerah saat itu.. tangannya juga berkeringat

“ahaha, sayang. Maaf ya, aku keceplosan ngomongnya, hehe”

“haha.. nggk..pa..pa kkok..”

Kami masih berjalan ke arah perumahan kami sambil menggenggam tangan hangat ini. Aku terus saja memerhatikan mukanya sambil terkekeh sendiri karena tingkahnya yang lucu membuatku betah melihatnya lama-lama. Akupun mencoba melihat anting-anting yang dipakainya, seperti ada tulisan kecil di anting-antingnya. Tetapi ketika aku mendekatkan muka, mukanya secara tiba-tiba menghadapku. Sehingga hidung kami bertabrakan satu sama lain.

“OUCH!” teriak kami serempak sambil memegang hidung masing-masing

“Si..sica.. ini sakit” rintih ku yang masih mengusap-ngusapnya

“ma..maaf.. aku nggk tau kamu lagi mendekatkan wajahmu. aku tdi geli ada hembusan angin di leher ku.”

“maaf ya”

“hmmm, gak papa :) eh, sudah sampai!”

“hmm sepertinya sampai sini aja pertemuan kita, oh ya Yul.. kalau membutuhkan bantuan, ke rumahku aja ya :D “

“Ne Sica, makasi ya.. bye~” aku merasa tanganku seperti masih ditarik olehnya

“ma..maaf.. aku betah begini” katanya sambil tertunduk

akupun mendekatkan badanku, dan kupeluk lagi dirinya dengan hangat.

“masuklah, dan terima kasih ya :) bye Sica”

“hmm, iya :) Bye bye Yul~”

Aku menyukaimu Jessica…

—-

-keesokan harinya-

Di rumah Jessica

Jessica POV

hoammm, sekarang sudah pagi. hari ini libur ya?? asyik! aku beranjak dari tempat tidurku dan langsung melihat boneka pikachu kesayanganku

“Good Morning Pikachu~ :3″ sapaku pada boneka imut ini, seperti biasa dia membalasku dengan senyuman cerianya ^^

Aku melihat ke arah luar jendela. Sudah kulihat Yuri yang sedang membaca sebuah majalah. Mukanya di pagi hari sangatlah cantik. Aku terus-terusan memandangi wajahnya yang cantik itu dari kejauhan. Tiba-tiba aku melihat dia melihat ke arahku, omo! aku kan belum rapi, rambutku aja masih acak-acakan begini. Aku langsung salah tingkah dan dia melambaikan tangannya ke arahku. Akupun membalasnya dan aku dapat melihat senyuman lebar yang sangat indah menghiasi wajahnya. Sungguh pagi yang bahagia bagiku. Aku menyukaimu Kwon Yuri.

tiba-tiba dia beranjak dari kursinya dan berlari ke dalam. Mau ke mana ya dia?

—-

Di rumah Yuri

Yuri POV

hmmm, pagi yang sangat cerah. Aku suka sekali tinggal di sini, apalagi sekarang cuacanya bersahabat.

Aku melihat ke arah rumah Jessica dari jendela kamarku, rumah nya kelihatan sangat indah. Aku pun beranjak ke kamar mandi dan setelah itu pergi ke balkon kamarku untuk membaca majalah.

Aku pun melihat lagi ke arah rumah Jessica dan aku melihat ada seorang gadis cantik berkulit putih memakai baju kaos yang sedang melihatku, apa itu Jessica? Dia jadi salah tingkah saat ku lihat dia. Iya, itu Jessica, sudah kuduga, hahaha. Akupun melambai ke arahnya dan dia membalas melambaikan tangannya. Bisa terpancar jelas senyumnya menghiasi wajahnya.

“ah, aku ajak dia jalan-jalan ahh” kataku lalu beranjak dari tempat duduk dan segera berlari ke kamar. Aku segera mandi dan setelah itu berpakaian rapi. Aku memakai baju kaos berwarna putih dan memakai kemeja berwarna kotak-kotak warna abu-abu tanpa dikancing dan memakai jeans hitam panjang. Aku suka baju seperti ini, dan aku mengikat rambutku. Akhirnya selesai! sekarang saatnya mengajaknya jalan-jalan, hoho

Jessica POV

hmmm, kok dia ngk muncul-muncul lagi ya? aduhh, dia pergi ke mana ya? padahal aku mau ke rumahnya untuk mengajak jalan-jalan. Sebaiknya aku mandi dulu, habis itu bersiap-siap lalu mengajaknya pergi, hehe. Semoga dia nggak kemana-mana, aminnn.

—-

Normal POV

“hmmm, Sica lagi ngapain  ya di rumahnya? aku datangi saja ahh ke rumahnya” gumam Yuri

@depan rumah Sica

*tok tok tok*

“Tunggu sebentar!” teriak seseorang dari dalam rumahnya Jessica

Ketika pintu dibuka, terlihat seorang ajhumma yang sedang memakai celemek, sepertinya dia sedang memasak

“annyeong haseyo ^^ Sica nya ada?” Sapa Yuri

“oh Annyeong.. ada, maaf kamu siapanya ya?” tanya ajhumma tadi

“saya Kwon Yuri ^^ saya temannya Jessica.” jawab Yuri dengan ramah

“Yuri? wah Silahkan masuk Yuri! :D saya ummanya Jessica” kata umma nya Jessica sambil mempersilahkan Yuri masuk

“bangapseumnida Mrs. Jung ^^”

“bangapseumnida Yuri :)  kamu mau menyusul Jessica di kamarnya?” tawar umma Jessica

“bo..boleh.. apa tidak apa-apa?”

“Jessica selalu bilang kalau ada teman perempuannya, di suruh tunggu di atas. ayo kita naik ke atas”

“baiklah..”

Yuri pun naik ke atas bersama ummanya Jessica, disuruhnyalah Yuri duduk di kursi yang tersedia.

“sepertinya Jessica sedang mandi. Tunggu sebentar ya Yuri”

“Jessica~ ada temanmu datang nih, cepetan mandinya!” teriak ummanya Jessica dari luar kamar mandi

“Ha?! ne!” balas Jessica dari dalam kamar mandi

“Yuri, nggak apa-apa kan kalau kamu menungguinya sebentar”

“nggak apa-apa tante :D “

“kalau begitu, sambil menunggu, mau minum apa?” tawar ummanya Jessica

“ahh tidak usah, terima kasih banyak tante ^^”

“ohhh, yasudah kalau begitu. Baiklah, tante ke bawah dulu ya :) “

—-

Jessica telah selesai mandi langsung mengendap-ngendap pergi ke dalam kamar nya. Setelah itu dia cepat-cepat berganti baju. Dia memakai baju kaos ‘PART TIME MILLIONERE’ kesayangannya dan menggunakan cardigan hitam, juga menggunakan jeans abu-abu tua panjang. Dia pun mengikat rambut coklat panjangnya menjadi kuncir satu. Akhirnya Jessica sudah siap, dan diapun keluar dari kamarnya

“ehem.. Ayo Yuri :) ” kata Jessica yang menepuk pelan bahu Yuri yang dari tadi memandang keluar jendela

“whoaaa :o ” kagum Yuri dengan apa yang dia lihat barusan. Jessica yang sangat cantik menyambut hangat Yuri di pagi hari.

“emm, kenapa Yul? apa aku aneh begini?”

“Ah nggak kok.. sama sekali tidak” kata Yuri dan perlahan Senyum Yuri memancar ke arah Jessica

“Kamu cantik Yul, lebih dari apapun hehe” kata Jessica jujur pada Yuri dan Yuri terkejut

“jinjja?” tanyanya

“Ya, aku jujur” kata Jessica dan dia tiba-tiba menunduk

“tapi..” kata Yuri dan perlahan mengangkat pelan muka Jessica supaya menghadapnya

“Kau lebih cantik..dari apapun. Kau segalanya Sica” kata Yuri menatap dalam Jesscica

Muka Jessica seketika memerah, dia baru pertama kali inilah dipuji seperti itu.

“engg.. Yul, ayo kita jalan~!” ajak Jessica

“Ayo! :D ” kata Yuri girang dan menggenggam tangan Jessica

Mereka berpamitan sama ummanya Jessica dan mereka pun keluar rumah.

—-

Jessica dan Yuri pergi berkeliling di tengah keramaian kota. Mereka jalan sambil menggenggam tangan seperti sepasang kekasih. Mereka pergi makan es krim bersama, ke kebun binatang, dan lain-lain. Mereka menghabiskan hari libur itu berdua dan tanpa terasa hari sudah hampir sore. Langit senja sudah mulai menampakkan dirinya. Yuri mengajak Jessica pergi ke taman dekat komplek mereka. Mereka duduk berdua di taman itu.

“Huwaahhh, hari ini asyik banget! :D ” seru Jessica girang

“hehehe, kamu benar :D ” kata Yuri yang duduk di sampingnya

“hmmm, Gomawo Yul :) ” kata Jessica senyum ke arah Yuri, menatap Yuri. Yuri membalas senyumnya.

Yuri dan Jessica masih saling tatap menatap, tiba-tiba Yuri berdiri.

“mmm, Sica. Aku pulang sebentar ya? Nanti aku balik lagi ke sini”

“oke, jangan lama-lama ya Yul”

“tapi, kamu jangan ke mana-mana ya”

“pasti! :) “

Yuri pun kembali ke rumahnya.
Sudah sampai 20 menit dia tidak kembali juga.

“Yuri kemana sih?” gumam Jessica

Sampai akhirnya matahari hampir tidak menampakkan dirinya lagi dan bintang-bintang segera bermunculan. Yuri belum kembali juga saat itu. Jessica yang cemas langsung berdiri karena dia tidak tahan duduk terlalu lama sendirian. Tiba-tiba ada yang memancing Jessica untuk pergi ke arah di mana cahaya (yang memancing Jessica) itu berada. Jessica terus mengikuti cahaya itu dan dia berhenti di tengah-tengah pada rumput yang terdapat beribu-ribu bahkan berjuta kunang-kunang berterbangan menghiasi langit. Jessica yang terkagum melihatnya menikmati pemandangan yang jarang ia temui ini. Dia terus saja bermain bersama kunang-kunang ini sampai akhirnya dia berputar-putar dan terjatuh ke rerumputan.

“wohh, pusing! hahahaha”

Katanya sambil tertawa. Tiba-tiba dia mendengar suara, seperti alunan biola. Dari yang awalnya suara itu kecil hingga lama-lama menjadi besar dan terdengar jelas. Ia sangat terkejut dengan sosok yang memainkan alunan biola itu. Dia menutup mulutnya dan menatap penuh kekaguman kepada seroang gadis yang memainkan biola tersebut. Akhirnya gadis tersebut tepat berada di depannya.

“Jessica, maukah kamu bernyanyi diiringi alunan biola yang kumainkan ini?”

“kamu mau aku menyanyikan lagu apa Yuri?” matanya mulai berlinang

“aku mau kamu menyanyikan lagu ‘Heaven’ untukku, dan aku memainkan alunan biolanya untukmu, Princess” kata Yuri yang membuat Jessica merasa tersenyum penuh arti kepada gadis yang sudah dia sukai ini

“Baiklah.. :) “

*Back Sound = youtube.com/watch?v=TnkyUaTTcbo

Oh thinking about all our younger years
There was only you and me
We were young and wild and free

Now nothing can take you away from me
We’ve been down that road before
But that’s over now
You keep me coming back for more

Baby you’re all that I want
When you’re lying here in my arms
I’m finding it hard to believe
We’re in heaven…
And love is all that I need
And I found it there in your heart
It isn’t too hard to see
We’re in heaven…

Oh once in your life you’ll find someone
Who will turn your world around
Bring you up when you’re feeling down

Now nothing could change what you mean to me
Oh there’s lots that I could say
But just hold me now
Cause our love will light the way

and baby you’re all that I want
When you’re lying here in my arms
I’m finding it hard to believe
We’re in heaven…
And love is all that I need
And I found it there in your heart
It isn’t too hard to see
We’re in heaven…

Jessica yang menyanyi sepenuh hatinya tidak bisa menahan airmatanya lagi. Itu karena rasa cintanya yang besar kepada Yuri. Yuri yang melihatnya langsung meletakkan biolanya segera dan memeluk Jessica sangat dalam. Di dalam kehangatan pelukannya itu, Yuri pun lanjut bernyanyi.

I’ve been waiting for so long
For something to arrived
For love to come along

Now our dreams are coming true
Through the good times and the bad
I’ll be standing there by you

and baby you’re all that I want
When you’re lying here in my arms
I’m finding it hard to believe
We’re in heaven…
And love is all that I need
And I found it there in your heart
It isn’t too hard to see
We’re in heaven…

—-

Jessica menerima pelukan hangat Yuri, dia tidak bisa membohongi perasaannya pada Yuri. Dia benar-benar telah mencintai Yuri, begitu juga dengan Yuri.

“Kamu tau Sica… kamu adalah bidadari yang turun dari surga.. dan Tuhan mengirimkannya untukku” kata Yuri yang menatap dalam mata Jessica. Mata mereka saling bertemu, begitupun dengan hati mereka sekarang

Mereka saling menatap dalam dan akhirnya Yuri mendekatkan wajahnya ke Jessica, semakin dekat..dan akhirnya tidak ada jarak di antara mereka lagi. Mereka berciuman di tengah-tengah rerumputan dan jutaan kunang-kunang dan bintang menghiasi langit.

“I love you, Jessica…”

“I love you too…Yuri…”

tiba-tiba datang 3 orang dari kejauhan berlari menghampiri mereka dengan senyuman bahagia, dan itu adalah Tiffany, Taeyeon, dan Sunny. Mereka membawa kembang api di tangan masing-masing, mereka pun akhirnya menghabiskan malam di padang rumput itu bersama.

THE END

Ini threeshoots pertama saya tentang YulSic
Bagaimana pendapat kalian tentang FF saya yang ini?
Semoga kalian suka threeshoots YulSic saya ini :3 hohoho
Mohon comment nya yaa ^^ Gomawo!

*mohon maaf bagi kalian para pencinta Big Bang khususnya Taeyang*

dan Terima Kasih banyak yang sudah mau membaca ^^