Annyeong, Saya hadir lagi😀

Langsung aja deh~

—- —- —-

Yuri POV

Mengapa Jessica pulang lebih awal? Aku kan ingin mengajaknya jalan-jalan. Aku daritadi mikirin dia terus, apa aku suka dia ya? Tapi setiap melihatnya hatiku tenang dan ingin terus bersamanya.

Aku lebih baik melihat keluar jendela saja, aku hanya ingin melihat sosoknya, siapa tau dia ada di luar sana. Eh? Itu..bukannya itu Sica?? Iya itu dia! Ke..kenapa dia berjalan membawa belanjaan sebanyak itu? Apa dia dari pasar? Tapi itu kan banyak banget.. aku harus segera turun membantunya

“Pak pak! Stop pak” aku berteriak kepada supir ku

“ada apa Tuan..eh maksud saya Yuri? Kok mendadak gini?”

“ee, anu, ada teman saya yang sedang berjalan sendirian.. jadi saya mau bantu dia, boleh pak?”

“oh ya, silahkan, tidak apa-apa” katanya

Aku pun segera turun dan berlari mengejar nya, untung saja tangannya masih bisa diraih

“Si..Sica!”

“eh, Yu..Yul?”

“iya, ka..kamu..hosh..hosh ma..mau kemana?”

“tenang Yul, atur nafasmu dulu” akupun mengatur nafasku hingga normal

“hhh, kamu darimana Sica? Mau ke mana dengan belanjaan sebanyak ini?”

“ohh, aku dari pasar, baru mau pulang ^^”

“kok banyak banget belanja nya?”

“engg, soalnya… saudara di rumahku banyak, jadi sebanyak ini deh, hehe”

“banyak? Ohh, Kalau gitu, sini ku bantu kamu bawa belanjaan nya ya” Aku membawa belanjaannya yang berat itu, aku tidak ingin dia kecapekan hanya karena membawa barang sebanyak ini

“engg, tapi Yul. Sebenanrnya tidak perlu, aku tidak apa-apa”

“tidak masalah ^^ biarkan aku membantumu, kamu itu perempuan, nggak baik kalau terlalu kecapekan”

“ehh..ma..makasi Yuri, kamu perhatian banget sama perempuan ya🙂 ”

“ehehe, biasa aja ^^ oke, rumahmu masih jauh kah?”

“tidak terlalu sih, ada perempatan, kita nyebrang dan ke kanan ada gang kecil, di dalam situ lah.. ru..rumahku ^^”

“oke😀 ayo kita jalan”

“Yuri!” teriak supir ku yang sudah keluar dari mobil menghampiri  kami

“ada apa pak?”

“Tuan..ah maksud saya Yuri.. tidak ingin naik mobil saja?”

“tidak usah pak, saya jalan kaki saja🙂 lagian bapak perlu istirahat kan? Bapak pulang saja ya”

“lah, nanti ayahmu di rumah nanya gimana?”

“ohh, itu, bilang saja aku ke rumah Sooyoung😀 tolong ya pak”

“oh, ba..baiklah, hati-hati Tuan muda.. eh maksud saya Yuri..” aku menatapnya untuk memperingatkan jangan memanggilku ‘Tuan Muda’ lagi kecuali di depan Appa, supirku kembali menaikki mobil dan melaju pulang

“engg, yul.. beneran gak apa-apa?”

“haha, tenang saja Sica😀 yuk kita ke rumahmu”

“ta..tapi rumahku, kecil. Pasti orang seperti kamu..”

“aku senang di mana saja🙂 asal jangan tempat yang berbahaya, Yuk kita nyebrang”

“i..iya” kami pun menyebrang jalan dengan pelan dan memasuki gang kecil yang Jessica bilang tadi. Di dalamnya terdapat banyak sekali perumahan kecil, kami berhenti di depan Panti Asuhan.. Tunggu dulu? Pan..panti Asuhan?

“Yul, kita sudah sampai” Jessica membuka gerbang pintu Panti Asuhannnya dan mempersilahkan ku masuk

“be..benar ini rumahmu?”

“iyaa ^^ rumahku sejak aku kecil dan dibesarkan di sini”

“Si..sica”

“Kenapa Yul? Berat ya? Sini ku bantu, kamu mau masuk?” Aku mengangguk. Aku sedih dengannya, ternyata di sini tempat dia dibesarkan

Ketika dia masuk ke dalam, banyak sekali anak kecil yang berlarian, ada juga yang belajar. Aku masih menunggu di luar, karena masih malu untuk masuk ke dalam

“Halo Semuaaaaa, Sica unnie pulang! :D” teriak Jessica dengan girang kepada anak-anak itu, mendengar itu anak-anak tadi menghampiri Jessica dan memeluk Jessica

“Sica Unnie~~”  “Sica Noona~” teriak mereka semua kegirangan

“hehee, sudah-sudah, ayo siapa yang lapar?”

“Aku~!” teriak mereka semua termasuk yang sedang belajar tadi

“Sicaa, kamu sudah pulang?”

“iya nek ^^ aku bawa belanjaan untuk ku masak, dan aku juga bawa teman di sini”

“Teman?” tanya mereka semua penasaran

“iya, dia membantuku membawa belanjaan sebanyak ini. Yul, ayo masuk” Sica memanggilku dan aku pun masuk, semua ternganga meliihatku, apa aku jelek makanya mereka melihatku seperti itu? O.O

“Cowok nya Sica unnie ya? Cieeeee” kata salah satu anak perempuan yang kira-kira anak SMP

“ehh, bu..bukan Krys.. ini teman baru di sekolah unnie kok” kata Jessica sambil menunduk, bisa kulihat mukanya yang memerah, imutnyaa

“Annyeong haseyo, Kwon Yuri imnida, bangapseumnida ^^”

“Bangapseumnida Yuri Oppa” “Bangapseumnida Yuri Hyung” sapa mereka balik, wahh mereka ramah sekali, tetapi aku melihat satu orang yang terdiam di dapur melihatku dengan sinis, aku salah apa? O.O

“Bangapseumnida Anak muda” kata seorang nenek yang menyapaku juga

“Ah Nek, Annyeong” aku membungkukkan badan di depannya

“hmmm, Terima kasih yaa, sudah membantu Jessica membawa belanjaan”

“hehe, tidak masalah nek, dengan senang hati saya akan terus membantu ^^7”

“ohh,🙂 kalau begitu, Onew, tolong bantu Noona mu Sica membawa ini ke dapur, Seohyun, tolong buatkan minuman buat Yuri”

“ahh, tidak perlu repot-repot kok ^^”

“tidak apa-apa oppa, oppa kan tamu di sini :)”

“hmm, ba..baiklah, makasi yaa”

“Ayo nak, duduk dulu” Nenek tadi mengajak ku duduk

“kamu.. teman baru Jessica?” tanya nya

“iya nek, saya sebenarnya tidak sekelas dengan Jessica, tapi saya berkenalan dengannya di Perpustakaan”

“ohh, begitu, makasi ya nak, sekali lagi sudah membantunya ^^ dia tadi bersikeras tidak ingin ditemani saudara laki-laki nya untuk berbelanja”

“apa dia suka seperti itu nek?”

“iyaa, dia itu suka sekali keras kepala, dan suka berkerja keras, dia cucu kesayangan nenek di sini :)”

“ohh , hehe.. iya nek, dia memang anak yang rajin”

“hmm, kamu itu satu-satunya teman dari Jessica yang datang ke sini”

“ma..maksud nenek?”

“ini Oppa minumannya, silahkan menikmati ^^” kata Seohyun yang datang membawa segelas minumannya

“ahh, terima kasih Seohyun ^^ maaf sudah merepotkan”

“tidak apa-apa kok Oppa😀 aku mau bantu Sica unnie dulu di dapur”

“hmm, silahkan diminum nak :)”

“Makasi nek” akupun meminum minuman yang diberi Seohyun tadi, setelah ku minum aku melanjutkan berbicara dengan neneknya Jessica

“Maaf nek, maksud nenek, satu-satunya teman Jessica yang datang ke sini?”

“iyaa nak, kamu satu-satunya, Laki-laki lagi”

“wah :O”

“maka dari itu, kamu pasti terkejut karena kenapa dia mengajak mu ke tempat seperti ini”

“i..iya nek, awalnya saya terkejut”

“ini Panti Asuhan tempat di mana Jessica di asuh oleh nenek sejak kecil”

“se..sejak kecil?”

“iya, dia dan adik kandungnya yang masih bayi menjadi yatim piatu sejak dia berumur 8 tahun”

“A..aku minta maaf soal itu”

“tidak apa-apa, kamu kan tidak tau ^^”

“Nenek mengasuh dia dan adiknya, bersama dengan cucu kandung nenek yang juga yatim piatu, yaitu Seohyun” lanjut nenek tadi

“wahh, aku turut sedih mendengar nya nek :(“

“tidak apa-apa ^^ nenek membuat panti asuhan ini untuk membantu anak-anak yatim piatu sekaligus menambah teman bermain Seohyun” aku menyimak cerita nenek Jessica

“sampai kemaren ada juga yang baru kehilangan kedua orang tuanya, dia masih trauma, dia dititipkan sama tantenya, tapi sepertinya tante nya kurang peduli sama dia, dan akhirnya dia dirawat di sini”

“kalau boleh tau, dia itu siapa nek?” Belum sempat nenek menjawab

“Taeyeon, kamu mau ke mana?” ternyata dia anak yang menatapku sinis tadi

“aku mau keluar sebentar nek” jawabnya dingin

“kamu tidak mau makan dulu, atau kenalan dulu sama temannya Sica Noona?” kata Nenek, aku tersenyum kepadanya tapi dia tetap menatapku dengan sinis

“tidak mau” jawabnya dengan ketus dan berlari ke luar

“Taeyeon!” teriak salah satu anak laki-laki yang mungkin lebih tua dariku, badan nya bagus sekali😮

“biarkan saja Siwon, biarkan dia keluar sebentar” kata nenek

“tapi nek, aku takut terjadi apa-apa dengannya” kata Siwon khawatir

“sudahlah, tidak apa-apa” kata nenek dan Siwon pun mengalah

“Maaf Yuri, maafkan sikap Taeyeon tadi” kata Siwon hyung meminta maaf padaku

“ahh, gwenchana hyung ^^”

“hmm,🙂 baiklah kalau begitu, aku mau mengajar Junho bermain gitar lagi ya nek” Nenek mengangguk dan Siwon berlalu

“maaf nak, tadi itu Taeyeon, dia itu lah yang tadi kamu tanya barusan”

“ohh, jadi dia nek, maaf nek”

“tidak apa-apa, hanya saja dia masih trauma, makanya sikap dia seperti itu, tetapi dia sayang sekali sama Jessica, mungkin saja dia begitu padamu karena kamu teman jessica kali” kata nenek

“iya juga ya nek ^^7 hehe”

“Ayo semuanya~! Makanan telah siap :D” teriak Jessica, semuanya berlari girang menuju meja makan

“nak Yuri, ayo makan😀 Jessica yang masak lho, masakan nya itu enak banget” kata nenek Jessica (he? Jessica unnie? O.O bisa masak? *author di tendang Jessica unnie*)

“ohh, oke nek ^^”

“Yuri, makan yuk🙂 aku ada masakin ini, maaf kalau misalnya kurang menarik”

Wah, ada tempe! Aku suka sekali tempe walau di rumah jarang banget dimasakin ini (wahh, anak orang kaya demen nya ama tempe o.o *author di bakar Yuri unnie*)

“wahh, ini sih menarik sekali😀 makasi ya Jessica” aku pun duduk bergabung dengan ‘saudara-saudara’ Jessica

Akupun memakan lahap masakan Jessica, Jessica dan saudara nya yang lain menatapku heran

“Terima Kasih atas makanannya, Selamat Makan~” kata kami semua

“Enak Yul?” tanya Jessica padaku

“hiya, inhi.. enhak banghet!” kataku masih sambil mengunyah

“wahh, benarkah? :D” aku mengangguk mantap, mereka semua tersenyum padaku dan memakan masakan Jessica juga

“Yuri Oppa ganteng deh ^^” celetuk salah satu saudara perempuan Jessica yang kira-kira seumuran dengan adiknya Jessica Krystal, Luna

“iya, aku setuju sama Luna :D” teriak Krystal

“wah, Hyung kalah neh kayaknya” kata Siwon

“Hyung sih, udah sering kita bilang ganteng, sekarang gantian dong, iya kan Jessica unnie? :D” kata Seohyun, aku tersipu malu dan mukaku memerah

“wahh, Yuri Hyung mukanya merah tuh😀 lucu deh” kata Onew, mereka semua tertawa termasuk nenek

Kami semua memakan makanan dengan lahap, tiba-tiba aku melihat Jessica tidak makan dan menyisakan makanan untuk seseorang, sepertinya untuk Taeyeon

Aku pun sudah kenyang makan, dan mencuci tanganku, aku membantu Seohyun membereskan piring dan membantu mencuci piring dengannya

“Jessica belum makan ya?” tanya ku pada Seohyun yang sedang mencuci piring bersamaku

“iya, nampaknya dia sedang menunggu Taeyeon oppa”

“hmm, aku mengerti🙂 habis ini aku akan mencari Taeyeon”

Tiba-tiba hujan turun, Jessica menjadi panik

“Taeyeon! Dia masih di luar, pasti dia kehujanan!”

“Apa?!”

“baiklah aku akan mencarinya” kata Siwon, aku pun segera mengelap tanganku dan berlari mengejar Siwon Hyung

“Hyung, aku ikut, karena aku lah dia keluar rumah sendirian”

“ta..tapi Yul”

“tidak apa-apa Siwon, biarkan Yuri ikut” kata nenek, Siwon mengangguk

“ayo, sebelum hujan makin deras!” panik Jessica

“ayo Yul!”

Aku dan Siwon Hyung pun pergi berlari keluar mencari sosok Taeyeon

-TBC-

huwaa, berlanjut juga nih FF ^^ hehhehe
Saya mau bilang Terima Kasih yang sebanyak-banyak nya karena telah membaca sekaligus komen FF yang part 1 nya😀

Selamat Membaca ^^