Annyeong! kyaaaa~ sudah lama banget saya nggak update ya, dan saya menjadi Silent Author juga😦 Jeongmal Mianhae >< *bow 90 derajat*

Maaf banget, saya selama ini jarang mengunjungi WP saya sendiri dibanding WP Author lain. Maaf banget nih, kalau lama update nya karena kesibukan saya menjadi anak SMP yang sebentar lagi ke SMA *amin!* hehe

sekarang saya kembali, dengan membawa Oneshoot. Sudah lama banget pasti kalian menunggu kelanjutan FF saya yang bener-bener mandet itu x_x sekali lagi mianhae..

dan kali ini, saya akan menebus kesalahan saya, dengan membawakan one shoot TaeNy. Maaf, cuman Oneshoot ini yang bisa saya share hari ini. Besok atau lusa atau hari seterusnya #plak saya mungkin aku melanjutkan FF yang berpart dan mungkin makin memperbanyak Oneshoot😀 sedang banyak moment-moment nya nih >< keke

Sebenarnya cerita ini saya juga mengambilnya dari sebuah komik karya Yoshinaga Yuu yang berjudul ‘ONE sided LOVE’
Silahkan beli di toko buku terdekat ^^ *promosi*

Yasudah, kalau begitu, kata pembuka saya terlalu panjang ya, hehe maaf lagi ^^a
Ini dia, FF Oneshoot TaeNy \^o^/

Hope You Like it~!

*Backsound :  

— —

Look at me you may think you see

Who I really am but you’ll never know me
Every day it’s as if I play a part

===

“Hey, Tiffany! apa Taeyeon ada di perpustakaan?” tanya yeoja cantik berkulit coklat kepada sang ketua osis, Tiffany

“Ne, dia selalu berada di perpustakaan setelah pelajaran usai”

“ohh, Gomawo. Aku mau mengembalikan jaket ini padanya” Tiffany mengangguk

“Arasso”

“baiklah kalau begitu, Annyeong Fany-ssi” kata Yuri berlalu dan melambaikan tangan, Tiffany membalas lambaian Yuri

Tiffany POV

Apa dia sedang ingin sendiri? Kim Taeyeon.. dia selalu ke perpustakaan seusai sekolah, tetapi tidak pernah membaca buku yang ia ambil, melainkan selalu menatap keluar jendela

“Tiffany, kamu masih di sini?” terdengar suara yang membuyarkan lamunanku, yaitu Yuri. Dia cepat sekali kembali

“ah, ne.. aku hanya sedang mengecek saja ^^”

“ohh, apakah sebentar lagi sekolah tutup?”

“ani.. kan masih banyak anak yang ikut ekskul. Wae?”

“tidak, aku takut saja, soalnya Taeyeon belum juga mau keluar dari perpustakaan”

“ohh, arasso” Yuri tersenyum dan kembali berpamitan padaku. Aku segera pergi ke perpustakaan.

Tiffany POV End

===

Now I see if I wear a mask
I can fool the world but I cannot fool my heart

 

Normal POV

Tiffany melangkahkan kakinya menuju perpustakaan sekolah. Setelah ia sampai, hal yang dia duga ternyata benar, tetapi kali ini Taeyeon tertidur di atas buku yang sama sekali tidak ia baca.

‘anak ini.. lagi-lagi’ gumam Tiffany. Ia memasuki perpustakaan dan sengaja mengambil salah satu buku yang berada di rak dekat Taeyeon berada

“engg.. si..siapa?” erang Taeyeon saat mendengar ada suara yang mengganggu tidurnya. Dia melihat ke rak belakangnya

“kamu tertidur lagi” kata Tiffany yang tidak memandang Taeyeon sama sekali. Taeyeon hanya memperhatikan Tiffany sekilas dan kembali memalingkan wajahnya ke arah buku

Tiffany yang merasa dicueki segera mencari tempat duduk yang tidak jauh dari Taeyeon, dia mengambil posisi menghadap Taeyeon, walaupun di meja yang berbeda. Dia terus memperhatikan Taeyeon yang selalu melihat keluar jendela, tanpa membaca bukunya. Tiffany hanya memandangnya heran dan bertanya-tanya dalam pikirannya

‘apa yang dilihatnya? Apa ada seseorang yang ia sukai di luar sana?’

Pertanyaan itu terus terlintas di pikiran Tiffany, sampai akhirnya jam tangan Tiffany menunjukkan pukul setengah 4 sore, di mana sekolah sebentar lagi akan tutup karena anak-anak dari klub tenis sudah selesai latihan.

Ketika Tiffany mengembalikan buku, ketika itu juga Taeyeon beranjak dari kursinya dan mengembalikan buku yang ia ambil dari salah satu rak buku perpustakaan. Setelah itu Taeyeon keluar perpustakaan dan diikuti oleh Tiffany yang juga keluar

“Hey, Taeyeon!” panggil Tiffany, Taeyeon berhenti melangkahkan kakinya, dan berbalik badan menghadap Tiffany

“kamu sudah tau pengumuman besok? Kalau besok pulang agak awal?”

“hemm” Taeyeon mengangguk pada Tiffany dan tersenyum kecil, Taeyeon kemudian pergi meninggalkan Tiffany

‘Besok..apakah akan sama seperti tadi.. anak itu..mungkin ia sedang jatuh cinta’ gumam Tiffany lagi dan pulang ke rumahnya.

===

Esoknya, di sekolah, murid-murid dipulangkan awal karena guru-guru di sekolah sedang mengadakan rapat. Seperti biasa Tiffany pergi ke perpustakaan untuk melihat…Taeyeon

Ternyata benar, Taeyeon berada di sana sambil memandang keluar jendela lagi. Dia selalu memandang keluar jendela, entah kenapa..

Who is that girl I see staring straight back at me?
When will my reflection show who I am inside?

Tiffany mengambil buku yang sama seperti kemarin, tetapi ketika dia mendekat, Taeyeon melihat dia seperti terkejut

“Te..tenang.. aku tidak akan menutup jendela nya kok” kata Tiffany yang takut Taeyeon salah sangka terhadap Tiffany

“haha, siapa yang mencurigaimu” kata Taeyeon sambil tertawa kecil melihat tingkah laku Tiffany dan kembali memandang sendu keluar jendela.

Tiffany kembali duduk di kursi sama seperti kemarin ia duduki. Tetapi kali ini Tiffany selalu saja memandang Taeyeon yang selalu saja memandang keluar jendela. Pemandangan di luar jendela itu adalah lapangan tenis, sekarang ini club tenis perempuan sedang latihan

‘mungkin saja salah satu dari mereka ada yang ia sukai’ gumam Tiffany lagi

Tiffany pun berencana mengganti buku yang ia baca dengan buku yang lainnya di rak yang sama

“eng, apa tidak silau ya? Kamu selalu memandang keluar jendela itu?” tanya Tiffany yang memberanikan diri untuk berbicara pada Taeyeon

“Tidak, dengan begini aku bisa melihatnya dengan jelas” jelas Taeyeon. Tiffany mengangguk mengerti dan selama ini dugaannya benar. Taeyeon sedang jatuh cinta pada seseorang

“hmm, orang yang kamu sukai salah satu anggota klub tenis ya?”

“hah?!” seketika ia terkejut, Tiffany yang takut salah bicara padanya segera salah tingkah

“engg..ti..tidak.. habisnya kamu selalu memandang keluar jendela sambil senyum-senyum sendiri, jadi kupikir kamu sedang mengamati orang yang kamu sukai” kata Tiffany dengan terbata-bata

Muka Taeyeon seketika memerah, dia tiba-tiba menundukkan kepalannya dan menutup mukanya

“aku ini bodoh dan menjijikkan ya?” katanya tiba-tiba

“mworago?”

“iya, aku ini hanya bisa melihatnya saja, tidak bisa mengungkapkan secara langsung”

“nggak juga kok”

“m..mwo?”

“Ne, justru itu hal yang luar biasa bagiku. Aku jadi iri padanya, dia orang yang beruntung” kata Tiffany yang tiba-tiba tersenyum pada Taeyeon. Taeyeon hanya bisa memandangnya kagum. Dia kembali pura-pura membaca bukunya sambil tersenyum sendiri.

Normal POV End

===

I am now in a world where I
Have to hide my heart and what I believe in

-Keesokan harinya-

Tiffany POV

Syukurlah dia datang, aku takut dia tidak akan datang lagi ke sini. Aku melihat Taeyeon sedang menyusun banyak sekali buku-buku yang tempatnya cukup tinggi untuknya, aku dengan spontan meraih tangannya untuk membantunya meletakkan buku di rak tersebut

“eh..go..gomawo” katanya dengan gugup, aku hanya bisa tertawa kecil melihat ekspresi Taeyeon yang lucu itu dari jarak dekat

“Ne, cheonma ^^”

“kalau boleh tahu, anak yang kamu sukai itu dari kelas mana?” tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari mulutku. Entah kenapa, aku merasa sangat ingin tahu, tapi aku dengan bodohnya menanyakan hal yang sangat privacy darinya

“Mi..mianhaeyo Taeyeon-ssi, aku tidak bermaksud ikut campur.. A..aku…”

“dia anak kelas B”

Aku pun terdiam. Kelas B itu kelas ku. Tetapi, satu-satu nya anak klub tenis dari kelas B adalah Jessica. Berarti, orang yang selama ini ia sukai adalah Jessica. Wajar saja, Jessica adalah gadis yang populer di sekolah ini.

“ohh, begitu ^^ terima kasih” kataku dan ia mengangguk sambil tersenyum

Taeyeon kembali duduk di tempat yang biasanya ia duduki. Setelah itu dia melihat kembali ke luar jendela. Aku sebenarnya tidak membaca buku, melainkan terus memandang dia yang selama ini sudah merebut perhatianku, bahkan hatiku..

Ketika pulang, aku melihatnya keluar terburu-buru sekali. Mungkin dia ada urusan mendadak. Tiba-tiba saja aku bertemu dengan Jessica yang baru selesai latihan Tenis

“Fany-a, Annyeong!” sapa Jessica padaku

“Annyeong Sica ^^”

“kamu belum pulang?”

“belum, aku selalu pulang sore Sica”

“jjinjja? Kok aku jarang lihat kamu sore-sore begini di sekolah ya?”

“mungkin aku sedang di tempat lain yang tidak melewati atau dekat dengan lapangan tenis kali ^^”

“ohh, iya ya, hehehe”

“kamu berlatih cukup keras Sica-ssi, semangat untuk tanding nanti ya!”

“Gomawo semangat nya Fany-a ^o^ kamu adalah orang kedua yang menyemangati ku setelah kekasihku”

Mwo? Kekasih.. jadi, dia sudah mempunyai pacar. Aku turut sedih kepada Taeyeon, sebaiknya aku harus segera memberitahu Taeyeon sebelum dia terlanjur sakit hati

“Fany-a?? Hello? Gwenchanayo?” kata Jessica sambil mengibaskan tangannya yang membuyarkan lamunanku

“ah, ne.. ehh.. Wah Jessica, ternyata kamu sudah punya kekasih, Chukhaeyo~ ^o^ siapa orang yang beruntung itu?”

“haha, Gomawo Fany. Dia adalah Kwon Yuri”

“owhh, kalau begitu selamat ya! ^^”

“Ne, Gamsahamnida, aku pergi dulu ya, annyeong Fany!”

“Annyeong Jessica ^^”

Aku kasian pada Taeyeon…

===

But somehow I will show the world
What’s inside my heart and be loved for who I am

Aku masih menunggu sosok Taeyeon yang belum juga datang. Apa Taeyeon hari ini tidak ke sini? Aku duduk di tempat Taeyeon biasanya duduk. Apa mungkin karena klub tenis sedang libur, makanya ia tidak datang. Aku pun menunggunya hingga beberapa menit kemudian aku tertidur..

Mataku mulai terbuka dan kudapati Taeyeon sudah berada di depanku, dia duduk menatapku yang sedang tidur tadi. Aku terkejut dan spontan aku duduk tegak dan melihat kearahnya yang tersenyum manis ke arahku. Aku pun tidak bisa menahan lagi senyuman itu. Aku pun membalas senyumnya itu. Tiba-tiba terlintas perkataan Jessica kemarin tentang hubungan nya dengan Yuri. Aku jadi iba melihat Taeyeon. Aku ingin sekali memberitahu semua nya agar ini tidak terlambat. Agar dia bisa mengetahuinya sebelum hatinya sakit.

“eng, kukira kamu tidak datang hari ini” kataku

“Terima kasih telah menunggu ^^” DEG, seketika jatungku berdetak dengan kencang. Aku merasakan hal yang tidak biasanya pada seseorang. Aku menundukkan kepalaku karena mungkin sekarang ini mukaku sudah memerah dan memanas akibat perkataannya tadi.

“Tiffany, hari ini aku akan menyatakan perasaan ku yang sebenarnya kepada orang yang ku sukai selama ini”

Must I pretend that I’m someone else for all time?
When will my reflection show who I am inside?

DEG, perasaan ini, hatiku ini sekarang seperti dihantam dengan keras. Tetapi, ini belum terlambat, aku masih bisa mengatakan hal yang sebenarnya padanya

“Andwae!”

Taeyeon terkejut dengan perkataanku barusan

“wae..waegereo?”

“a..Mi..mianhae!”

“Tiffany.. kamu…wae?”

“ani, aku takut Taeyeon, aku takut perasaanmu nanti tidak akan terbalaskan, aku takut selama ini kamu mencintainya hanya sia-sia” mengapa denganku, mengapa aku berani mengatakan hal ini padanya. Aku bodoh! Mengapa aku malah yang membuat hatinya sakit

There’s a heart that must be free to fly
That burns with a need to know the reason why

“emm, Gomawo” katanya dengan suara sedikit parau, dia terlihat sangat sedih

“mungkin kamu benar.. perjuanganku hanya sia-sia saja” lanjutnya. Taeyeon pergi meninggalkan perpustakaan dan meninggalkanku sendirian

Ani Taeyeon, aku tidak bermaksud…

Tiffany POV End

===

Normal POV

“Ha…Hajima Taeyeon-a!

Langkah Taeyeon pun terhenti setelah mendengar Tiffany memanggilnya. Dia menatap Tiffany dari jarak mereka yang tidak begitu jauh

“a..aku minta maaf.. aku tidak bermaksud melukai hatimu.. a..aku”

Taeyeon hanya terdiam menunggu kelanjutan Tiffany berbicara

“a..aku yakin Cintamu akan terbalaskan. Karena kamu tulus Taeyeon-a, kamu.. cintamu pasti terbalaskan!” teriak Tiffany seketika itu juga air mata Tiffany tidak dapat dibendung lagi

“aku minta maaf Taeyeon.. a..aku..” Taeyeon kemudian berlari dan mendekap tubuh Tiffany. Dia memeluk tubuh Tiffany dengan erat. Tiffany terkejut dengan perlakuan Taeyeon.

“Tiffany.. sebenarnya.. selama ini orang yang aku sukai adalah dirimu. Engkau lah orang yang kucintai” seketika itu juga Tiffany merasa sangat terkejut dan Taeyeon mempererat pelukan mereka. Tiffany tidak menyangka jika selama ini dia salah sangka terhadap Taeyeon. Dia membalas pelukan Taeyeon dengan erat.

Why must we all conceal what we think and how we feel?
Must there be a secret me I’m forced to hide?

“Taeyeon..se..selama ini aku juga mencintaimu” kata-kata Tiffany membuat Taeyeon berbalik terkejut. Dia melepas pelukannya dan menatap pernyataan Tiffany dengan tatapan ‘benarkah?’

“je..jeongmal?”

“emm.. ne.. aku kira kamu menyukai Jessica”

“Je..Jessica? bagaimana bisa aku menyukai seseorang yang sudah menjadi kekasih sahabatku?”

“Mwo?”

“Yuri kan sahabatku, aku tau  jika Yuri sudah berpacaran dengan Jessica, jadi tidak mungkin aku merebut kekasih orang🙂 “

“Tae..Taeyeon..?”

“wae? Kamu selama ini menganggapku menyukai Jessica, eoh?”

“eng..Ne.. karena kamu selalu memandang keluar jendela di mana anak perempuan klub tenis sedang latihan di sana, dan orang yang kukira kamu sukai itu adalah teman kelasku yang satu-satunya anak klub tenis, yaitu Jessica”

“hahaha, kamu ini.. jadi kamu mengira begitu?”

“Ne.. karena kamu selalu memandang keluar jendela”

“hmm, ikut aku, kutunjukkan sesuatu”

Taeyeon menarik tangan Tiffany, dia menyuruh Tiffany untuk duduk ke tempat Taeyeon biasanya duduk.

“sekarang, kamu duduk di sini, dan aku duduk di sana” kata Taeyeon, dia pun duduk di tempat Tiffany biasa duduk

“mwo? ka..kamu duduk di tempat yang biasanya ku duduki?”

“Ne, sekarang. Lihatlah keluar jendela yang biasanya aku lakukan selama ini”

I won’t pretend that I’m someone else for all time
When will my reflection show who I am inside?

Normal POV

Tiffany menuruti perkataan Taeyeon dan diapun melihat keluar jendela.

“Jadi ini…” Senyuman terpancar dari wajah Tiffany, ternyata terlihat jelas bayangan Taeyeon dari jendela yang terpantul oleh cahaya matahari. Dia melihat wajah Taeyeon yang sedang tersenyum penuh arti kepada Tiffany.

“So, Tiffany.. do you understand right now?”

Tiffany mengangguk kepada Taeyeon. Taeyeon selama ini bukan memandangi orang-orang klub Tenis, tetapi memandangi…

“Yes, My Reflection” kata Tiffany, Taeyeon berdiri dan mengajak Tiffany keluar sambil menggenggam tangannya. Mereka beruda pulang, dan resmi menjadi sepasang kekasih yang kelak bahagia selamanya.

-The End-

— —

Akhirnya selesai😀 bagaimana pendapat kalian, walau beberapa kata saya ambil dari komik, tapi saya mengutamakan ke lirik lagunya :3 Taeny-Reflection🙂 jadi demen lagu ini hehe
Terima Kasih yang sudah mau membaca ^^/